Berita

Victor Bungtilu Laiskodat/Net

Politik

Komnas HAM:Ada Baiknya Pimpinan Partai Nasdem Tegur Keras Victor

MINGGU, 06 AGUSTUS 2017 | 06:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut pidato internal Ketua Fraksi Partai Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT), 1 Agustus lalu, telah mengingkari Indonesia sebagai bangsa multikultur.

"Ia mengingkari sejarah bangsanya sendiri. Sebagai wakil rakyat dan sebagai pejabat publik, ia gagal paham tentang hal paling elementer dari kewajiban konstitusionalnya sebagai pejabat publik," tegas komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution dalam siaran persnya.

Victor sebagai anggota DPR sejatinya menjadi duta 4 Pilar MPR, bukan malah sebaliknya. Pidato Victor itu, menurut Maneger, nyata-nyata mengingkari kebhinekatunggalikaan Indonesia.


"Sangat disayangkan," ujar Maneger.

Atas tindakan provokatifnya itu, ia mendorong Victor segera meminta maaf kepada publik secara ksatria, lantaran telah melukai nurani kemanusiaan, tidak hanya hati umat Islam, dengan kalimat provokatif yang dilontarkannya dan mencederai keguyuban sosial bangsa.

"Ada baiknya pimpinan partai terkait menegur secara keras dan mengevaluasi kinerja yang bersangkutan. Dan, MKD DPR sejatinya memproses dan meminta pertanggungjawaban yang bersangkutan," pintanya.

Namun, lanjut Maneger, jika ada warga negara atau kelompok masyarakat yang menempuh upaya hukum untuk meminta pertanggungjawaban hukum yang bersangkutan, maka sepatutnya dihargai.

"Itu adalah cara paling bermartabat dalam konteks Indonesia sebagai negara hukum," terangnya.

Komnas HAM pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi, utamakan akal sehat, dan saling memuliakan satu sama lain.

"Sekira ada persoalan, kedepankan dialog dan musyawarah," pungkasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya