Berita

Patung Kwan Kong/Net

Politik

Failed Cultural Diplomacy

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 03:10 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PROF Sri Bintang Pamungkas menduga para pembikin patung setinggi 30 meter (busyet) di Tuban nggak sekadar "bermuri-murian". Sejumlah netizen menilai patung segede gaban ini merupakan stempel cultural hegemony.

"Cultural Hegemony" artinya metode geopolitic of indirect imperial dominance, dan menurut Nicki Lisa Cole Ph.D, "through ideological and cultural means".

Nah, kalau sudah begini, bahaya kan kelakuan para pembuat patung itu. Bikin prejudis menjadi liar. Selain bikin gaduh.


Apapun alasan mereka, sudah tidak relevan. Mereka gagal mempraktikan "cultural diplomacy". Sehingga citra Tionghoa semakin terperosok dan mendown-grade nilai-nilai karakter seorang Kwan Kong. Malah ada seorang netizen jadi mengejek Kwan Kong sebagai "si muka kepiting rebus". Inikah target para ketua kelenteng itu?

Mantan praktisi diplomasi budaya Richard T. Arndt menyatakan, "cultural relations grow naturally and organically". Melalui "millions of daily cross-cultural encounters". Targetnya adalah mutual understanding, simpati, harmoni, respek dan sebagainya.

Alih-alih mencapai itu semua, Patung Semi Kolosal busyet menyinggung apa yang disebut Max Sylvius Handman dengan terminologi "Prestige-nationalism". [***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya