Berita

Net

Kesehatan

Waspada Virus Rubella Mengintai Anak-anak

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 19:45 WIB | LAPORAN:

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melaksanakan imunisasi nasional vaksin Campak dan Rubella mulai 1 Agustus. Vaksinasi diberikan di sekolah-sekolah tingkat dasar dan menengah di enam provinsi di Pulau Jawa. Untuk di luar Jawa dilaksanakan tahun depan.

Sasaran dari program imunisasi sebesar 75 persen diantaranya berusia 7-15 tahun. Sisanya usia enam tahun ke bawah.

Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Kemenkes Jane Soepardi menjelaskan, masyarakat khususnya para orang tua banyak yang belum mengetahui efektivitas vaksinasi Campak dan Rubella yang harus diberikan secara berulang. Imunisasi Campak dan Rubella dapat memberikan kekebalan sangat tinggi hingga lebih dari 90 persen, namun harus dilakukan berulang.


"Tidak cukup waktu kecil saja, perlu ada pengulangan. Masalah yang terjadi di Indonesia banyak orang tua yang lupa bahwa setelah akan masuk sekolah harus diulangi lagi vaksinnya," kata Jane dalam keterangannya, Kamis (3/8).  

Dia mengatakan, Campak dan Rubella tidak dapat dihindari jika anak-anak belum kebal terhadap virusnya.

Rubella sendiri merupakan Campak Jerman yang seringkali tidak menimbulkan gejala. Banyak masyarakat belum familiar dengan virus tersebut. Tanda-tandanya mirip seperti Campak akan tetapi lebih ringan.

"Tidak bergejala, jadi orang mana tahu. Campak dan Rubella ini dua-duanya menyerang anak, penyakit anak. Kalau tak diintervensi sebelum 15 tahun kami khawatir ibu hamil yang terinfeksi bisa sebabkan cacat bawaan pada buah hatinya," jelas Jane.

Sayangnya, vaksin Campak dan Rubella dalam 20 tahun terakhir masih harus diimpor, dan hanya bisa dibeli oleh kalangan menengah ke atas.

"Virus Campak dan Rubella hanya ada di tubuh manusia. Imunisasi itu menyebabkan virus menurun tapi bolong-bolong tidak rata, hanya diberikan pada menengah ke atas. Karena itu ayo bertekad bebaskan virus ini tahun 2020," demikian Jane. [wah]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya