Berita

Rekonstruksi Penyelundupan Sabu/RMOL

Pertahanan

Dicurigai Warga, Komplotan Penyelundup 1 Ton Sabu Tinggal Nomaden

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 18:24 WIB | LAPORAN:

Pergerakan para komplotan penyelundup satu ton sabu, sempat hidup nomaden alias berpindah-pindah lokasi sebelum tertangkap.

Hal itu diketahui dari hasil rekonstruksi dari empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Banten dan Jakarta Barat (Jakbar).

"Mereka berpindah-pindah karena pergerakannya sempat dicurigai warga," Kasubdit 3 Resnarkoba Polda Metro Jaya (PMJ) Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara di lokasi rekonstruksi.


Totalnya, ada tujuh tersangka yang datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Tahap pertama, dua orang tersangka datang tanggal 4 Juni. Lalu, disusul lima orang rekannya di dua hari berselang atau tanggal 6 Juni. Rinciannya, empat orang datang di siang hari, satu lagi saat malam.

Mereka sempat tinggal di Perumahan Duta Garden, kawasan Juru Mudi Baru, Benda, Tangerang, Banten, hingga tanggal 16 Juni.

Namun, mereka pindah ke Hotel Fave di kawasan Puri Kembangan untuk menghindari warga yang curiga. Hasil pengamatan di TKP, para tersangka menginap di kamar 826 sejak tanggal 17 hingga 20 Juni 2017.

Setelah itu, komplotan tersebut terbang ke Malaysia dan menginap di sana selama tiga hari, tanggal 20 hingga 23 Juni. Dari sana, tiga tersangka (buron) kembali ke Taiwan. Sedangkan empat lainnya, kembali ke Indonesia. Antara lain, Lin Ming Hui (tewas ditembak), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu dan Hsu Yung Li.

Keempatnya, menginap di Hotel Mustika kawasan Taman Sari, Jakbar.

"Mereka ke Malaysia karena merasa dicurigai. Balik ke Jakarta tapi tidak ke rumah, tapi ke Hotel Taman Sari.
Selama di sana, sempat tiga kali ke Anyer," papar Bambang.

Puncaknya, keempat tersangka diamankan aparat gabungan PMJ dan Polresta Depok berikut barang bukti sabu seberat satu ton di kawasan Anyer, Banten, 13 Juli lalu.

Setelah melakukan pengembangan, aparat gabungan PMJ, Polda Kepulauan Riau, Bea Cukai dan Bea Cukai Batam mengamankan kapal dengan nama Wanderlust di Perairan Mapor-Tanjung Berakit, Batam, dua hari kemudian, tepatnya tanggal 15 Juli.

Kapal itu merupakan kapal besar pembawa sabu satu ton sebelum sampai di Anyer. Untuk sampai di Anyer, pengangkutan dilanjutkan dengan perahu karet.

Selain kapal yang diduga untuk operasional penyelundupan sabu jaringan internasional tersebut, polisi juga mengamankan lima ABK. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya