Berita

Patung Kwang Kong/net

Nusantara

Patung Semi Kolosal

RABU, 02 AGUSTUS 2017 | 01:15 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

BELAKANGAN, Tionghoa disebut-sebut dengan istilah pejoratif "aseng", slank khusus dan penyimpangan dari kata "asing".

Gegara Patung "Kwan Kong" atau Guan Yu setinggi 30 meter di Tuban, seorang mantan anggota dewan dari PPP, Habil Marati (Hamar) berang. Perasaan nasionalisme-nya terusik. Jiwanya berontak. Dia heran, Presiden Joko ngga merobohkan patung ini.

Bagi Hamar (Miras?), patung ini punya makna politik dan ekonomi. Sebuah simbol penetrasi nasionalisme Tiongkok. Ujung-ujungnya, Mr Joko lagi disalahkan.


Di Provinsi Hubei, ada patung kolosal Guan Yu memegang Pedang "Green Dragon Crescent" setinggi 58 meter. Dilapisi 4 ribu strip perunggu. Beratnya mencapai 1.320 ton.

Guan Yu (关羽) atau Guan Gong (Hanzi : 关公, Hokkian : Kwan Kong) adalah historical figure. Hidup di Masa Tiga Kerajaan (Sam Kok) tahun 221–269 Masehi. Dia juga tokoh penting dalam kisah Battle of Red Cliff. Guan Yu dihormati, satu kelas dengan Chinese folk hero seperti Jenderal Yue Fei, Mulan, Ji Gong dan sebagainya. Bedanya, Guan Yu juga di-deitifikasi dalam Chinese religion (Tao, Confusianism dan Buddhism).

In Chinese Buddhism, Guan Yu diposisikan sebagai Sangharama Bodhisattva (heavenly protector of the Buddhist dharma atau Dharmapala).

Menurut legenda, Guan Yu muncul dalam meditasi Zen Master Zhiyi di tahun 592M. Semasa Dinasti Sui berkuasa di Tiongkok.  Master Zhiyi adalah pendiri Tiantai school of Buddhism. Sejak itu, pemujaan terhadap Guan Yu dimulai. Bagi orang Tionghoa, Guan Yu adalah teladan kejujuran, loyalitas dan sifat ksatria membela yang benar.

Yang dimasalahkan Hamar (Miras?) mungkin bukan aspek religi atau karakter baik dari Guan Yu. Namun, dimensi ukuran patung dan makna simbolis "kecina-cinaan"-nya. Saya tidak tau, apakah sikap ini ada kaitan dengan Ahok's effect atau tidak. Tapi saya bisa memahami ethno-religio-nasionalistik sentimen dari mereka yang menolak eksistensi patung semi-kolosal tersebut.

Seperti kata Alhadi Muhammad, "apa mungkin kita bangun patung Gajahmada setinggi 30 meter di alun-alun Tiananmen?".[***]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya