Berita

Net

Hukum

Soal Novel, Mantan Ketua KPK Pertanyakan Keberadaan Teten Dan Johan Di Istana

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 19:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo semestinya membentuk Tim Independen untuk mengungkap kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan. Bukan tim gabungan Polri-KPK

Demikian disampaikan mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas usai menghadiri peresmian Sekolah Anti Korupsi ICW di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (1/8).

"Iya di luar Polri. Mau enggak Presiden? Kalau memenuhi nawacitanya, meskinya segera dibentuk. Apa ruginya?" ungkapnya.


Pembentukan tim independen ini dilakukan SBY saat kasus cicak versus buaya mencuat. Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden ke-5 tersebut terbukti efektif. SBY juga merespons dengan cepat.

Karena itu, Busyro heran dengan keberadaan aktivis anti korupsi yang ada di Istana. Seperti mantan Koordinator ICW yang menjabat Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki dan mantan Jubir KPK yang saat ini menjadi Jubir Presiden, Johan Budi.

Dia mempertanyakan, apakah kedua orang tersebut memberikan pertimbangan untuk membentuk tim independen atau tidak ke Presiden.

"Saya heran juga, di sanakan banyak temen-teman yang dekat dengan Presiden. Ada mantan ICW, ada Johan Budi dan sebagainya. Itu apakah sudah memberikan pertimbangan pada Presiden, saya tidak tahu," paparnya.  [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya