Berita

Arief Poyuono/net

Politik

Arief Poyuono: Saya Bekas Kader PDIP, Tidak Mungkin Menyamakannya Dengan PKI

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Langkah organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), yang ingin melaporkannya ke kepolisian, tidak dianggap serius oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Arief sekali lagi mengklaim bahwa dirinya tidak pernah menuduh PDIP sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI). Arief jelaskan, dia hanya mengutip pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristyanto, yang mengatakan sudah tahu orang yang sering mengaitkan PDIP dengan PKI adalah sengkuni yang sudah diruwat di Yogyakarta.

Belakangan, selain Repdem, Hasto Kristyanto juga sedang mengkaji pernyataan Arief untuk dibawa ke proses hukum.


"Kalau dilaporkan, ya biarkan saja. Masinton (Ketua Umum Repdem) sudah saya telepon, dia (Masinton) juga sudah telepon saya. Sekjen PDIP juga sudah saya jelaskan. Saya tidak menuduh kalian PKI. Saya cuma mengatakan, akhirnya wajarlah kalian disebut PKI kalau sering melanggar konstitusi," ujar Arief kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/8).

Menurut dia, polemik ini berawal dari pernyataan Hasto yang menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terkait Presidential Threshold 20 persen dalam UU Pemilu yang baru.

Prabowo menilai keputusan Presidential Threshold 20 persen yang didukung PDIP adalah lelucon politik. Tapi, Hasto mengkritik Prabowo dan menyebut mantan Danjen Kopassus itu masih berhasrat untuk kembali mencalonkan diri di Pilpres.

"Saya tidak pernah mengatakan PDIP itu PKI. Saya itu bekas kader PDIP. Saya dekat dengan Ibu Mega, dan enggak mungkin saya mengatakan itu. PDIP itu bukan PKI. Tetapi, kalau partai yang melanggar konstitusi ya akhirnya PKI," pungkas Arief. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya