Berita

Wanto Sugito (berpeci)

Politik

Repdem Melengkapkan Bukti Pernyataan Arief Poyuono

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 15:06 WIB | LAPORAN:

Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) serius melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, ke polisi.

Sebabnya, Arief menganggap wajar jika PDI Perjuangan disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh sebagian orang.

Sekjen Repdem, Wanto Sugito, menjelaskan bahwa pernyataan Arief telah mencemarkan nama baik PDIP. Repdem sendiri adalah organisasi sayap PDIP.


Repdem menanggap Arief menyebarkan ujaran kebencian. Terutama karena PKI merupakan organisasi terlarang, ideologinya bertentangan dengan Pancasila. Bahkan Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1996 belum dicabut.

Sambung Wanto, PDIP merupakan partai Pancasila, bukan berideologi Marxisme atau komunisme. PDIP menjunjung tinggi demokrasi dan tidak pernah melakukan subversi.

"Kami Repdem secara serentak melaporkan Arief Poyuono ke kepolisian atas penghinaan, pencemaran nama baik, serta ujaran kebencian terhadap PDIP," ujar Wanto saat ditemui di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta (Selasa, 1/8).

Lebih lanjut Wanto menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti tudingan Arief yang notabene telah diberitakan sejumlah media massa. Dia yakin, pernyataan Arief telah melanggar UU ITE.

"Dalam konteks pernyataan Waketum Gerindra itu memang ada unsur pidananya. Hasil laporan dan konsultasi kami di Mapolda Metro Jaya, diminta untuk melengkapi beberapa berkas, seperti pernyataan Waketum Gerindra di media online," ujar Wanto.

Pernyataan Arief bahwa PDIP wajar jika disamakan dengan PKI berawal dari kritiknya terhadap Presidential Threshold 20 persen dalam UU Pemiliu yang baru. Menurut dia, PT itu bukan cuma menipu rakyat, tetapi juga melanggar hak konstitusi masyarakat dalam negara demokrasi. Menurut dia, PDIP dan barisan parpol pendukung pemerintah yang menyetujui PT 20 persen telah membodohi masyarakat.

"Kurang sampai otaknya untuk mikir tentang sebuah hak konstitusi warga negara dalam negara demokrasi. Jadi, wajar saja kalau PDIP disamakan denga PKI, habis sering membuat lawak politik dan menipu rakyat," ujar Arief, kemarin. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya