Berita

Foto/Net

Politik

Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 11:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Masih berlanjutnya krisis di Timur Tengah yang ditandai dengan aksi boikot yang dilakukan negara-negara Arab terhadap Qatar, membuat nasib Piala Dunia 2022 menjadi semakin tidak menentu.

FIFA pun dalam situs resminya masih menilai posisi Qatar masih bisa berubah. Sejarah FIFA di tahun 1986 bisa jadi kembali berulang. Kolombia yang sebelumnya diputuskan sebagai tuan rumah Piala Dunia 1986 akhirnya dibatalkan empat tahun sebelum acara. FIFA akhirnya menujuk Meksiko.

"Ini momentum yang tepat bagi Indonesia. Waktunya untuk Indonesia. Apakah kita perlu menunggu 2034 atau 2046? Indonesia adalah rumah terbaik bagi warga dunia. Apalagi kita bangga dengan jati diri bangsa kita. Unity in Diversity," ujar Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi kepada wartawan, Selasa (1/8).


Dan pengalaman Afrika Selatan 2010 bisa menjadi contoh. Negara yang baru mengakhiri politik Apartheid-nya dapat bersatu dan bergerak maju paska Piala Dunia 2010.

"Indonesia punya potensi dan peluang untuk itu. Kita adalah bangsa besar yang dikagumi dunia," jelas Budi.

Begitu juga pengalaman Jerman 2006, dimana negara itu mampu maju paska unifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur. Termasuk juga pengalaman Korea dan Jepang 2002 yang mampu menghilangkan sejarah kelam mereka di masa Perang Dunia II.

"Kami dan berbagai kelompok terus menggelorakan ini. Teman-teman UI pun sedang mempersiapkan kajian dan naskah akademisnya. Banyak hal positif yang dapat diraih bangsa ini. Kita harus optimis," pungkas Budi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya