Berita

Foto/Net

Politik

Perppu Ormas Wujud Fasis, Anti Rakyat Dan Anti Demokrasi

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 06:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas yang dikeluarkan oleh Pemerintah Jokowi-JK pada 10 Juli 2017 merupakan cerminan pemerintahan fasis yang anti rakyat dan anti demokrasi terhadap rakyat indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Raden Deden Fajarullah dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (1/8).

Raden mengungkapkan, keadaan krisis yang terus-menerus terjadi di Negara Kapital Monopoli Internasional (Imperialisme), terutama di negara induk Imperialis Amerika Serikat, menyebabkan negeri Imperialis melakukan usahanya untuk melakukan akumulasi modal maksimum. Karena, akumulasi modal maksiumlah yang menjadi napas bagi imprealisme itu sendiri.


"Maka dalam kenyataan saat ini situasi krisis yang semakin akut, membuat konsekuensi bagi negara-negara yang menggantungkan ekonomi-politiknya kepada mekanisme skema pasar internasional. Sehingga dapat kita temukan di banyak negara, bahwa krisis yang terjadi di negeri Imperialis berdampak secara langsung kepada negara-negara lainnya termasuk Indonesia," tuturnya.

Penindasan yang semakin hari semakin massif dilakukan oleh korporasi kapital monopoli swasta dan tuan-tuan tanah dengan beserta aparatur negara, (baik itu pemerintahan, militier, polisi, kekuatan reaksioner dan represif lainnya) membuat rakyat menjadi sadar akan tertindasan tersebut, sehingga pemerintah Indonesia menyadari akan terancamnya Imperialisme dan tuan-tuan tanah besar, karena penindasan yang massif akan membangunkan rakyat untuk berorganisasi dan berlawan.

Dia pun menambahkan, seiring kebangkitan dan bangunya rakyat dari ketertindasan dan memperjuangkan haknya, pemerintah akhirnya mengeluarkan Perppu 2/2017 dengan dalih ada ancaman organisasi yang menentang Pancasila dan keutuhan NKRI, tapi sebenarnya antisipasi pemerintah terhadap kebangkitan gerakan rakyat terhadap situasi yang berkembang dewasa ini dan mengancam kelangsungan akumulasi modal maksimal dan kepentingan tuan-tuan tanah besar di Indonesia serta rezim Jokowi-JK sangat melindungi itu melalui regulasi yang dikeluarkanya.

"Dengan modal kedok kebaikan dan humanisnya, tetapi dalam kebijakan Jokowi-JK tanah rakyat terus dirampas, politik upah murah diberlakukan, pencabutan subsidi dilanggengkan, peningkatan pajak kepada rakyat diberlakukan, meningkatnya biaya sekolah, kesehatan terus dibiarkan, serta hal-hal lainnya," ujar Raden.

Dan dengan Perppu Ormas yang dikeluarkan oleh rezim hari ini juga adalah suatu pengkonsolidasian ulang terhadap kekuatan-kekuatan raksioner dan anti rakyat di Indonesia, sehingga dapat dipastikan bahwa kekuasaan pemerintahan hari ini adalah kekuasaan yang penuh ambisi untuk meyakini dirinya langgeng dalam setiap aktivitas politik yang tujuannya untuk membuktikan bahwa mereka adalah pelayan yang setia dari kepentingan modal internasional dan tuan-tuan tanah besar.

"Maka LMND menilai perppu ini menunjukan wajah aslinya pemerintah Indonesia yang fasis, anti demokrasi dan anti rakyat Indonesia. Saat ini rakyat sedang diancam dan ditakut-takuti, jadi rakyat Indonesia haruslah terus sadar bahwa ketertindasan, ancaman bahaya dan penghisapan dapat dihentikan dengan perjuangan persatuan seluruh rakyat Indonesia," demikian Raden Deden Fajarullah. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya