Berita

Kemenkop UKM/RMOL

UKM Harus Mampu Manfaatkan Media Sosial

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 03:10 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan pentingnya UKM memanfaatkan media sosial (medsos) untuk meningkatkan kinerja penjualan produknya.

"Dengan memanfaatkan sosmed, maka hambatan jarak, ruang dan waktu, serta harga barang, bisa tereliminir", kata Agus dalam sambutannya pada acara workshop bertema Pentingnya Sosial Media Untuk UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan, di Jakarta, Senin (31/7).

Pasalnya menurut Agus, dengan sosmed, UKM tak lagi butuh ruang yang besar untuk memajang produknya. Di kamar pun bisa membuka toko online. Waktu tanpa batas, bisa kapan saja dan dimana saja, tidak terhambat.


"Jarak juga tidak menjadi hambatan untuk mengirim barang, karena sudah banyak perusahaan jasa kurir untuk mengantar barang dengan harga yang murah dan cepat sampai ke konsumen. Jangkauan pemasaran pun bisa mendunia. Tenaga kerja juga bisa dimanfaatkan dengan efektif dan efisien", imbuh Agus.

Oleh karena itu, Agus berharap para pelaku UKM di Indonesia sudah mulai melangkah mempromosikan dan menjual produknya melalui medsos agar tidak tergilas zaman.

"Hanya saja, medsos hanyalah sebagai alat. Kita harus tetap memiliki pengetahuan dasar yang kuat dalam berbisnis", kata Agus.

Menurut Agus, ada beberapa hal yang harus dimiliki UKM dalam melakoni dunia medsos. Pertama, menjaga sikap dan perilaku dalam bermedsos.

"Jagan berbohong akan produknya. Bilangnya tidak luntur, tapi luntur. Berjanji tapi ingkar. Bilangnya barang sampai dalam satu hari, faktanya lima hari. Harus bermitra dengan yang amanah. Dan juga harus mengontrol ketersediaan barang dalam stok", papar Agus.

Kedua, dengan medsos mampu menciptakan jaringan usaha atau network. Ketiga, harus bisa memanfaatkan medsos untuk membaca peluang usaha. Keempat, memiliki skill dalam berbisnis seperti pemasaran, kualitas produk, dan sebagainya, agar mampu menarik minat konsumen.

"Yang tak kalah penting adalah ciptakan brand dan merek produk yang mudah diingat. Setelah itu, UKM harus mampu menjaga kepercayaan konsumennya. Sedikit saja kesalahan, bisa menghancurkan semuanya", tandas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, pentingnya UKM dalam melindungi produknya.

"Sebelum merilis produk ke pasaran, sebaiknya mengurus hak cipta dan mereknya agar tidak dijiplak pihak lain. Terutama bagi UKM dengan produk kreatifnya", kata Wayan.

Wayan menambahkan, tak sedikit konsumen yang komplain terkait produk yang dibeli tidak sesuai ekspektasi pembeli.

"Kalau tidak bisa penuhi permintaan pasar, ya harus kerjasama dan berkolaborasi dengan pihak lain. Misalnya, ada lembaga khusus seperti ini di Bali, yang mendapat order barang, dan untuk memenuhi permintaan pasar maka dia menawarkan ke UKM lain dengan harga yang sudah disepakati", kata Wayan seraya menyebutkan bahwa pihaknya terus mengedukasi dan memfasilitasi UKM agar memanfaatkan medsos untuk meningkatkan penjualannya.

Sementara itu, pembicara utama dalam workshop tersebut, Billy Boen, mengungkapkan bahwa ada perubahan perilaku konsumen saat ini, dimana 84% konsumen membeli barang karena medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan LINE).

"Maka, sayang sekali bila UKM tidak memanfaatkan medsos untuk meningkatkan penjualan produknya", kata Founder &  CEO Young On Top dan GDIlab.com itu.

Menurut Billy, manfaat medsos diantaranya meningkatkan jangkauan dan eksposur (brand awareness), berinteraksi dengan follower (engagement), dan berikan solusi kepada follower (selling).

"Jadi, dalam medsos itu selling nomor tiga, setelah brand awareness dan engagement. Baru kemudian akan menciptakan apa yang dinamakan brand loyality", kata Billy.

Billy pun mengutarakan apa yang harus UKM lakukan dalam bermedsos-ria untuk memasarkan produknya. Pertama, harus tahu apa yang follower suka dan tidak suka, termasuk kapan mereka membuka medsos. Kedua, harus mengetahui apa yang dikatakan follower terhadap brand produknya (brand perspective). Ketiga, harus mengetahui apa yang diposting dalam medsos, kapan soft sell, kapan hard sell (right contents).
 
"Keempat, mampu mengatur ekspektasi follower terhadap brand produk Anda", imbuh Billy.

Selain itu, lanjut Billy, cara main FB, Twitter, dan Instagram, juga berbeda, termasuk beda dalam kegunaan dan algoritmanya.

"Twitter itu mirip running text di televisi, harus berulang-ulang agar follower melihat. Sedangkan FB dan Instagram tidak begitu. Cukup ada yang me-like, maka postingan kita akan muncul lagi ke depan para follower. Maka, jangan lagi ada kebiasaan memposting sesuatu atau produk secara bersamaan dalam ketiga medsos tersebut", demikian Billy.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya