Berita

Jokowi/Net

Politik

Rencana Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel Masih Dipertanyakan

SENIN, 31 JULI 2017 | 16:43 WIB | LAPORAN:

Rencana pemanggilan Kapolri Jenderal Tito Karnavian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas penuntasan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan patut diapresiasi.

Dengan dipanggilnya kapolri oleh presiden diharapkan ada langkah baru untuk menuntaskan kasus tersebut. Namun, rencana presiden membentuk Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) untuk menuntaskan kasus Novel masih dipertanyakan.

Indonesian Police Watch (IPW) menguraikan empat alasan kenapa Presiden tidak perlu membentuk TPFI


"Pertama, kasus ini baru beberapa bulan ditangani Polri, sehingga kepolisian perlu waktu untuk mengungkapkannya. KPK saja pun perlu waktu panjang untuk mengungkap sebuah kasus korupsi," kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane dalam keterangannya, Senin (31/7).

Dia encontohkan, dalam kasus dugaan korupsi di Pelindo II sudah lebih dari setahun tidak ada tanda tanda dituntaskan KPK. Tapi publik tetap memberikan kesempatan kepada KPK untuk menuntaskannya. Selain itu, publik tidak menuntut dibentuknya TPFI untuk menuntaskan kasus Pelindo II tersebut.

Yang kedua, tim KPK juga sudah bergabung dengan Polri untuk menuntaskan kasus Novel. Kemudian, poin ketiga, Polri sudah menambah kekuatan personil intinya untuk menuntaskan kasus Novel. Termasuk tim dari Polda Metro Jaya yang ikut bergabung dari Polres dan Mabes Polri.

Ke empat, lanjut Neta, progres penanganan kasus Novel juga cukup signifikan. Seperti 50 saksi sudah diperiksa, lima orang yang dicurigai sempat diamankan, sejumlah CCTV radius 1 kilometer sudah diamankan. Serta sketsa orang yang dicurigai sudah dibuat.

"Dengan adanya hal ini, terlihat bahwa Polri cukup serius untuk menuntaskan kasus ini. Hanya memang Polri perlu lebih aktif lagi mengkomunikasikan progres penanganan kasus ini agar publik melihat bahwa Polri sudah bekerja serius," papar Pane.

Dia juga meminta Novel bersikap aktif membantu penyidik Polri untuk mengungkap kasusnya. Semua pihak memang perlu membantu Polri dan KPK agar kasus tersebut segera tuntas.

"IPW melihat tidak mudah untuk menuntaskan kasus Novel. Sebab, tidak ada saksi dan alat bukti yang konprehensif untuk mengungkap siapa pelakunya. Sehingga perlu waktu yang cukup panjang untuk mengungkap kasus ini," terang Pane.

Lanjutnya, dalam dunia kejahatan yang bermodus hit and run tidak mudah untuk mengungkap dan menangkap pelakunya. Sama seperti kasus penembakan gelap yang relatif rendah keberhasilan pengungkapannya.

"Sangat tergantung temuan petugas kepolisian di lapangan dan informasi yang diberikan masyarakat," demikian Pane. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya