Berita

Humphrey Djemat/Net

Politik

CEO GDP: Dana Haji Untuk Infrastruktur Buka Potensi Tindak Korupsi Berjamaah

MINGGU, 30 JULI 2017 | 11:45 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Presiden Jokowi perlu meninjau kembali rencana penggunaan dana abadi umat (dana haji) untuk kepentingan infrastruktur.

Penggunaan dana haji yang salah bisa merugikan umat Islam dan membuka tindak pindana korupsi berjamaah.

Demikian disampaikan CEO Gani Djemat and Partners, Humphrey Djemat di kantornya, Jakar ta.


"Walaupun Presiden menjamin tak ada istilah rugi jika menggunakan dana abadi umat (dana haji) untuk investasi infrastruktur. Namun tetap saja ini sangat berpotensi merugikan umat Islam," katanya.

Humphrey, yang juga wakil ketua umum DPP PPP membeberkan beberapa kegelisahannya atas dampak penggunaan dana abadi untuk proyek infrastruktur.

Pertama, bagaiman jika berjalan terjadi Act of God seperti gempa bumi, banjir, dan seterusnya yang menyebabkan proyek tersebut tertunda lama atau bahkan mangkrak alias gagal.

Kedua, jika terjadi sengketa lahannya sehingga proyek tersebut dihentikan. Padahal sudah mengeluarkan uang dari dana haji untuk persiapan penggarapan proyeknya?

"Siapa yg menanggung jika kerugian tersebut terjadi? Bukankah itu merugikan umat Islam?" katanya.

Dari kedua indikator itu, jelas Humphrey yang pernah menjadi kuasa hukum Ahok, Presiden Jokowi perlu berpikir ulang terkait kebijakannya tersebut sehingga tidak merugikan atau bahkan melukai perasaan umat Islam.

Yang paling berbahaya, kata dia, penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur cukup rentan terjaidnya tindak pidana korupsi jika pengawasannya lemah.

"Ini perlu perhatian serius oleh Presiden Jokowi karena jika salah kebijakan akan merugikan ummat Islam."[wid]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya