Berita

Edi Hasibuan/Net

Hukum

Edi Hasibuan: Tidak Tepat Pembentukan TGPF Pada Kasus Novel

SABTU, 29 JULI 2017 | 10:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus penganiayaan penyidik KPK Novel Baswedan dinilai kurang tepat dan bisa menimbulkan kegaduhan hukum.

Demikian pandangan yang disampaikan Direktur Lembaga Pusat Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis ke redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (29/7).

"Penganiayaan ini murni masalah hukum. Sesuai aturan hukum, ini sepenuhnya tugas Polri dan tidak tepat jika dilibatkan orang lain yang bukan aparat penegak hukum," ujar Edi.


Menurut doktor ilmu hukum jebolan Universitas Borobudur Jakarta ini, dirinya sangat yakin Presiden Joko Widodo sangat arif melihat kasus yang menimpa Novel. Presiden sangat mengerti hukum dan akan memberikan kesempatan kepada Polri yang kini sudah menggandeng KPK untuk membongkar kasusnya.

"Hasil penelitian kami menyebutkan kasus ini bakal terbongkar. Hanya soal waktu saja. Apalagi dalam tim ini terlibat teman-teman Novel Baswedan dari KPK," tambah mantan anggota Kompolnas ini.

Edi juga yakin penanganan kasus ini akan dilakukan secara transparan karena ada keterlibatan KPK di dalamnya.

Jelas dia, dalam penyidikan yang dilakukan polisi lama tidaknya pengungkapan sebuah kasus tergantung bukti-bukti dan petunjuk yang ditemukan di lapangan. Semakin mudah mendapatkan bukti dan petunjuk serta saksi di lapangan maka semakin mudah kasusnya diungkap, sebaliknya ada kasus yang bertahun-tahun baru terungkap karena minimnya bukti di lapangan.

"Menurut keyakinan saya, kasus ini akan semakin mudah diungkap polisi jika Novel memberikan bukti-bukti dan petunjuk serta informasi yang lengkap yang bisa dipertangjawabkan secara hukum," ucapnya.

"Biar tidak ada kecurigaan dalam penanganan kasusnya. Polri dan pimpinan KPK segera berangkat ke Singapura (tempat Novel dirawat) memintai keterangan ulang dan melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) agar semua informasi Novel bisa dipertangjawabkan secara hukum," ungkap Edi menambahkan.

Ditambahkannya, apalagi Novel belakangan ini banyak bicara di media massa memiliki banyak informasi siapa sosok penganiaya terhadap dirinya.

"Jika informasi Novel benar dan bisa dipertangjawabkan secara hukum. Saya minta siapapun di belakangnya, Polri harus menangkapnya dan memprosesnya secara hukum," pungkas Edi. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya