Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sadar bahwa keberadaannya tidak populer di publik. Bahkan, banyak pihak yang dimusuhi.
Di media sosial, misalnya, banyak beredar foto-foto partai serta kader yang pendukung Pansus dilabeli negatif. Hal ini tentu bisa berdampak pada elektabilitas di Pemilu nanti.
Namun demikian, anggota Pansus KPK Henry Yosodiningrat memastikan bahwa Pansus tidak akan mundur. Bahkan, kata dia, sekalipun banyak fraksi yang mundur karena tidak mau dilabeli negatif oleh publik, Pansus akan tetap jalan.
"Teman-teman kami dari beberapa fraksi mundurkan diri, keluar, enggak apa-apa. Tinggal satu fraksi, misalnya hanya PDIP, pun (Pansus) tetap jalan," katanya, Jumat (28/7).
Henry menegaskan bahwa Pansus KPK sejatinya hadir karena ada ketidakberesan di KPK. Salah satunya mengenai kesemrawutan tata kelola di tubuh KPK. Termasuk temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan bahwa KPK mengangkat pengawai yang masih belum lepas dari institusi awal.
“Juga menganai pengangkatan anggota Polri yang belum lepas dari intitusinya. Padahal UU mengatakan pengangkatan harus dapat persetujuan institusi asal, itu mereka (KPK) tidak lakukan," pungkasnya.
[ian]