Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Meski Reses, Pansus KPK Tetap Gali Informasi

SABTU, 29 JULI 2017 | 01:40 WIB | LAPORAN:

DPR memang sedang dalam masa reses. Meski demikian, Pansus KPK tidak benar-benar berhenti beraktivitas. Di sela reses, Pansus KPK masih bisa mengorek-ngorek penyimpangan yang dilakukan KPK.

Penegasan ini disampaikan dua politisi PDIP, Masinton Pasaribu dan Henry Yosodiningrat. Pernyataan keduanya sekaligus membantah keterangan politisi Gerindra Muhammad Syafi’i, yang pekan lalu bilang bahwa selama reses Pansus KPK tak akan beraktivitas.

Masinton, yang kini duduk sebagai wakil ketua Pansus KPK, menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap bekerja melakukan penyelidikan terhadap KPK kendati DPR sedang dalam masa reses.


Kata dia, reses hanya sebatas libur agenda rapat. Sedangkan untuk pendalaman keterangan saksi yang pernah diundang Pansus masih bisa dilakukan.

“Di sela reses, para anggota inisiatif untuk melakukan pendalaman keterangan saksi yang sudah hadir memberikan keterangannya di Pansus. Jadi, Pansus akan jalan terus," katanya kepada wartawan, Jumat (28/7).

Dia juga kembali meyakinkan publik bahwa tujuan Pansus KPK bukan untuk melemahkan KPK, apalagi sampai berupaya untuk membubarkannya. Tujuan Pansus sangat sederhana, yakni ingin membenahi permasalahan yang ada di dalam tubuh KPK.  

"Kami tidak mencari kebusukan KPK. Namun, seiring berjalannya waktu, ada laporan masyarakat ke Komisi III atas beberapa tindakan penyelewengan yang dilakukan KPK," katanya.

Masinton memastikan bahwa pihaknya tetap mengapresiasi segala bentuk kinerja positif yang ditunjukan KPK selama ini. Sejauh ini pun, KPK secara kelembagaan sudah kuat.

"KPK ini kan dikenal sebagai lembaga superbody. Kalau dia lemah, berarti internalnya dia sendiri yang melemahkan, karena kewenangan besar disalahgunakan," kata Masinton.

Kolega Masinton di Pansus KPK, Henry Yosodiningrat, juga memastikan Pansus akan tetap jalan. Kata dia, meski pun ada fraksi menarik diri, tidak akan menghalangi kerja Pansus.

"Teman-teman kami dari beberapa fraksi mundurkan diri, keluar, enggak apa-apa. Tinggal satu fraksi, misalnya hanya PDIP, pun (Pansus) tetap jalan," katanya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya