Berita

Politik

Pemerintah Anggarkan Rp 10 Triliun Untuk Pemilu 2019

KAMIS, 27 JULI 2017 | 05:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pemilihan umum (pemilu) secara serentak tahun 2019 sebesar Rp 10 triliun.

Biaya tersebut untuk keperluan tahapan pemilu (pileg-pilpres) lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) Tahun Anggaran 2017.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan biaya politik memang mahal. Pelaksanaan pemilu menjadi tanggung jawab pemerintah.


"Tahapannya harus dimulai sekarang, untuk memenuhi kebutuhan yang diajukan oleh KPU," kata Tjahjo seperti dilansir dari laman Kemendagri, Kamis (27/7).

Dijelaskannya, jangan melihat besarnya anggaran tersebut, tetapi pada aspek kebutuhan dalam proses rekruitmen pemimpin. Ini untuk memilih presiden dan wapres, anggota DPR, DPD hingga DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Makanya biayanya besar.

"Ini rekrutmen mulai dari presiden loh. Memilih presiden, kepala negara, sampai memilih anggota DPRD. Ini kan biaya pemilu, memang mahal," ujar Tjajo.

Meski pemerintah telah menyiapkan dana Rp 10 triliun, namun anggaran tersebut jauh dari apa yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni sebanyak Rp 15,5 triliun.

Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi menilai, dana Rp 10 triliun belum mencukupi untuk melaksanakan penyelenggaraan pemilu 2019. Dia mengatakan, total anggaran yang dibutuhkan KPU hingga sampai 2019 sebesar 15,5 triliun.

"Nanti kami (KPU) akan sampaikan lagi ke pemerintah dan DPR bahwa kebutuhan kita Rp 15,5 triliun," kata Pramono.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menyatakan, dana pemilu Rp 10 triliun disediakan atas kebutuhan mendesak melalui APBNP 2017. Anggaran tersebut atas rincian perhitungan yang diajukan oleh KPU dan Bawaslu.  [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya