Berita

Net

Politik

Optimalisasi Industri Halal Momentum Tingkatkan Anggaran Negara

RABU, 26 JULI 2017 | 17:19 WIB | LAPORAN:

Optimalisasi pengelolaan industri halal di dalam negeri dinilai mampu meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara signifikan.

"Optimalisasi industri halal di Indonesia saat ini merupakan momentum tepat untuk meningkatkan APBN pemerintah yang tiap tahun tampaknya makin seret," ujar peneliti bidang ekonomi Islam dari Wiratama Institute Yudi Saputra dalam diskusi terkait pembahasan APBN Perubahan 2017 antara pemerintah dengan DPR RI di Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Rabu, 26/7).

Yudi menjelaskan, berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2016-2017, saat ini Indonesia bertengger pada posisi 10 produsen industri halal secara keseluruhan. Indonesia masing-masing menempati posisi sembilan dan delapan di sektor keuangan syariah dan obat-obatan serta kosmetika.


Secara keseluruhan, total pengeluaran dunia dalam industri halal mencapai USD 2,97 triliun. Dari angka itu, sebanyak USD 1,9 triliun diantaranya merupakan sumbangan sektor makanan atau setara Rp 25.270 triliun. Angka itu belum mencakup sektor jasa keuangan syariah, di mana aset yang dimiliki mencapai USD 3,46 triliun dan USD 2,72 triliun merupakan aset perbankan syariah.

"Data menyebut bahwa industri makanan halal memiliki pasar yang sangat besar. Malaysia mampu bertengger pada posisi puncak, kok Indonesia tidak termasuk dari 10 besar produsen industri makanan halal," kata Yudi.

Dia membeberkan, jika dikalkulasi ulang pendapatan negara tahun 2016 sebesar Rp 1.822 triliun. Namun, jika dibanding dengan pasar industri makanan halal dunia maka pendapatan negara hanya di kisaran 7,2 persen dari pasar industri makanan halal dunia. Artinya, jika Indonesia bisa menguasai 10 persen industri makanan halal dunia maka penerimaan negara diperkirakan meningkat signifikan. Hal itu merupakan data historis karena rata-rata sektor industri diproyeksikan tumbuh sekitar 8 persen dalam empat tahun atau hingga tahun 2021.

"Jika dari potensi industri makanan halal dunia yang mencapai Rp 25.270 triliun Indonesia bisa meraup 10 persen saja porsinya maka dipastikan penerimaan hanya dari industri makanan halal mencapai Rp 2.527 triliun. Atau lebih tinggi dari penerimaan negara tahun 2016," terang Yudi.

Apalagi, semakin hari perkembangan industri halal kian memikat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri halal, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Beberapa konsumen global bahkan menganggap produk dengan sertifikasi halal jauh lebih aman dikonsumsi.

Indonesia sendiri merupakan pasar menarik bagi industri halal, termasuk makanan halal. Pasalnya, jumlah penduduk muslim di Indonesia tercatat paling banyak atau mewakili 12,7 persen jumlah muslim dunia atau sebanyak 207.176.162 jiwa menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010.

"Populasi penduduk ini tentu saja merupakan potensi ekonomi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Khususnya untuk meningkatkan pendapatan negara," demikian Yudi. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya