Berita

Nusantara

Kata Makar Jangan Buat Publik Takut Nyatakan Pendapat

RABU, 26 JULI 2017 | 11:35 WIB | LAPORAN:

Masih banyak masyarakat belum memahami betul definisi daripada makar, kata yang beberapa waktu belakangan ini banyak mewarnai pemberitaan.

Untuk itu, Program Pasca Sarjana Magister Hukum Universitas Jayabaya bakal menggelar seminar nasional dengan mengangkat tema 'Tindakan Makar dalam Perspektif Hukum' di Bali pada 29 Juli mendatang.

Pengamat hukum Universitas Jayabaya M. Mirza Harera mengatakan, seminar diadakan berangkat dari semangat para mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Hukum Jayabaya untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan Indonesia. Selain itu, masyarakat juga harus memahami betul apa itu tindakan makar dan konsekuensinya terhadap NKRI.


"Tentu definisi makar harus jelas, mengapa seseorang bisa disebut makar, apa kriteria makar, dan apa akibatnya jika kita melakukan pidana makar. Setelah beberapa waktu lalu masyarakat melihat beberapa orang dituduh makar maka mereka pasti bertanya-tanya mengapa ada dugaan makar," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/7).

Menurut Mirza yang pernah aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jawa Tengah itu, seminar bakal dihadiri perwakilan Polri, TNI, Komnas HAM, dan pakar hukum. Hasil seminar berupa rekomendasi solusi penyelesaian masalah makar akan disampaikan kepaa pihak-pihak terkait.

"Jangan sampai karena banyak tuduhan makar maka orang jadi takut untuk berkumpul dan menyatakan pendapat," katanya.

Mirza menambahkan, seminar juga bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yang beberapa waktu terakhir banyak diterpa isu negatif seperti sara, intoleransi, dan bahkan segelintir pihak yang ingin mengubah ideologi bangsa.

"Kita hidup berdampingan. Oleh karena itu, sejak dini kita harus memupuk rasa kesatuan dan persatuan agar tidak terpecah belah," pungkasnya. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya