Berita

Net

Hukum

Pemerintah Perlu Hati-hati Tangani Kasus Manipulasi Harga Beras

SENIN, 24 JULI 2017 | 18:57 WIB | LAPORAN:

Pemerintah terutama penegak hukum diminta berhati-hati dalam menangani kasus dugaan pengoplosan beras, agar tidak sampai menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Menyusul penggerebekan gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) yang diduga memanipulasi harga beras subsidi menjadi beras premium yang dilakukan Polri dan Kementerian Pertanian.

"Republik ini bisa kacau kalau sampai para pedagang mogok tidak mau berdagang. Nanti bisa berakibat pada petani, karena tidak ada yang beli. Bisa juga pada konsumen, mata rantai perdagangan putus. Dan mudah-mudahan ini tidak tindakan politis saja," jelas anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid di Komplek Parlemen, Jakarta (Senin, 24/7).


Menurutnya, kepastian terjadinya manipulasi harga beras setelah pihak kepolisian melakukan investigasi. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan bersabar menunggu hasil investigasi.

"Persoalan dugaan oplosan beras di Bekasi saya lebih menunggu hasil investigasi polisi. Kalau memang ada pengoplosan berasnya Bulog dengan beras premium secepatnya penegak hukum bertindak," tegas Abdul.

PT IBU sebelumnya dinyatakan berbuat curang dengan melakukan pembelian gabah di tingkat petani sebesar Rp 4.900. Kemudian gabah diproses menjadi beras lalu dikemas dengan merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago yang dipasarkan di pasar modern dengan harga Rp 13.700 dan Rp 20.400 per kilogram. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya