Berita

Net

Nusantara

KKP Dorong Peningkatan Benih Mutiara Pinctada Maxima

SENIN, 24 JULI 2017 | 11:47 WIB | LAPORAN:

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas sebanyak 15 ribu ekor spat kerang mutiara jenis Pinctada Maxima di Perairan Gili Kondo, Desa Padak Guar, Sambalia, Lombok Timur. Ribuan spat kerang mutiara merupakan hasil pembenihan buatan yang dilakukan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok.

KKP memiliki dua unit pelaksana teknis yang secara khusus diberi tanggung jawab untuk pemuliaan induk dan pengembangan kerang mutiara di Indonesia. Keduanya yaitu BPBL Lombok dan Balai Pemuliaan Induk Udang dan Kekerangan (BPIUK) Karangasem.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menjelaskan, peran serta kelompok masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi bagi upaya pengawasan kelestarian sumber daya kerang mutiara. Apalagi Pulau Lombok sangat kental dengan aturan lokal yang bisa diberdayakan sebagai instrumen konservasi sumber daya alam kelautan dan perikanan.


Menurutnya, restocking merupakan upaya yang sangat krusial dan mendesak dilakukan saat ini untuk menjaga keseimbangan stok kerang mutiara di alam. Mengingat mulai terjadi penurunan ketersediaan induk kerang mutiara di alam akibat penangkapan yang over exploitative.
Slamet mengatakan, banyak perusahaan pembenih mutiara yang mulai kesulitan mendapatkan sumber induk di alam, yang tentunya sangat mengkhawatirkan bagi keberlanjutan bisnis mutiara di Indonesia. Padahal, perairan Indonesia, khususnya Pulau Lombok dikenal dunia sebagai habitat asli kerang mutiara jenis Pinctada Maxima yang terkenal di mancanegara dengan sebutan The Queen of Pearl.

"Kenyataan saat ini induk kerang mutiara mulai sulit didapatkan. Kita tahu selama bertahun-tahun pengembangan pembenihan kerang mutiara ini lebih banyak mengandalkan induk dari alam, ini berbahaya untuk kelangsungan spesies. Oleh karenanya, kami mulai dorong UPT untuk melakukan pembenihan kerang mutiara, di mana peruntukkannya lebih besar untuk kepentingan restocking," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/7).

Slamet menambahkan, pihaknya juga akan mendorong unit-unit pembenihan kerang mutiara milik swasta untuk melakukan hal serupa di seluruh perairan potensial di Indonesia. Sebagai bentuk tanggung jawab kompensasi jasa lingkungan yang harus dipenuhi.

"Budidaya ini satu-satunya penyangga sumber daya kelautan dan perikanan. Ke depan tidak bisa terus menerus mengandalkan eksploitasi sumber pangan dari alam," ujarnya. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya