Berita

Penggerebekan PT IBU/Net

Politik

Tak Perlu Digrebek, Kalau Memang Beras Termurah Dioplos Jadi Termahal Pasti Konsumen Bereaksi

SENIN, 24 JULI 2017 | 05:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Margin perdagangan beras dalam negeri tergolong tipis. Maksudnya adalah pedagang beras tidak dapat secara leluasa memperoleh selisih harga Rp 50/kg dalam berdagang beras.

Demikian disampaikan peneliti INDEF yang juga dosen Universitas Mercu Buana, Dr. Ir. Sugiyono Madelan, M.Si, berdasarkan pengalamannya ketika meneliti beras sebagai salah satu syarat kelulusan sekolah Magister dahulu.

Pernyataannya ini terkait penggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) oleh Satgas Pangan Kepolisian karena diduga memalsukan kualitas gizi beras. Beras yang dibeli seharga Rp 7000/kg setelah dipoles kemudian dapat dijual dengan harga beras premium sebesar Rp 20400/kg. Itu berarti margin bruto yang diperoleh PT IBU sebesar 191,43 persen.  


Lebih jauh dia menjelaskan bahwa dewasa ini harga beras yang paling murah di tingkat grosir Pasar Induk Beras Cipinang rata-rata sebulan terakhir sebesar Rp 8.177/kg adalah varietas IR 64 kualitas III. Sementara itu harga beras tertinggi rata-rata sebulan terakhir sebesar Rp 20.828/kg untuk varietas beras ketan hitam di tempat yang sama.

Perbedaan harga beras yang terdekat dengan varietas IR 64 kualitas III dibandingkan dengan IR 64 kualitas II sebulan terakhir rata-rata sebesar Rp 823/kg.

"Artinya beras termurah sungguh sulit dapat digunakan untuk kegiatan memalsukan, atau pun dioplos menjadi beras bervarietas termahal. Beras varietas IR 64 kualitas III tidak mudah dipoles menjadi beras ketan hitam tanpa langsung ketahuan oleh konsumen," jelas Sugiyono (Minggu, 23/7).

Sekalipun seorang pengidentifikasi beras yang berbakat, minimal perlu waktu sekitar 3 tahun untuk mampu membedakan varietas beras menggunakan remasan jari tangan dan penglihatan. Namun beras varietas IR 64 kualitas III juga tidak mudah dipoles menjadi beras kualitas varietas Cianjur Kepala yang sebulan terakhir rata-rata seharga Rp 13521/kg.

"Bulat lonjong beras saja berbeda. Pengoplosan yang mungkin dapat dilakukan adalah menggunakan varietas terdekat," ucapnya.
 
Demikian pula beras rastra (beras sejahtera), yang dapat dikeluarkan dari gudang penyimpanan menjelang batas akhir masa penyimpanan. Beras varietas yang sama sekalipun itu dengan masa simpan 4 bulan mempunyai kualitas rasa yang jauh kalah enak dibandingkan beras baru panen.

Oleh karena itu, kata dia menambahkan, tidak mudah untuk membuat beras rastra yang disubsidi berkualitas medium dipoles menjadi beras yang dapat laku terjual menjadi berkualitas seharga premium.

Pada waktu dia meneliti perilaku mengkonsumsi beras raskin (sekarang bernama rastra), justru rumah tangga miskin yang mencampur beras raskin dengan beras yang berkualitas lebih bagus untuk menambah volume konsumsi beras mereka sendiri.

"Permendag memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9500/kg. Apakah penjualan beras varietas IR 64 kualitas I pun di tingkat grosir sudah mencapai rata-rata Rp10167/kg sebulan terakhir tergolong tindak pidana? Sementara varietas lain sudah di atas HET," tandasnya. [zul]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya