Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Menumbangkan Petahana

MINGGU, 23 JULI 2017 | 14:54 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MENUMBANGKAN incumbent is possible. Ini adalah perang politik asimetrik. Duel antara David and Goliath.

Sejarah, dari Sun Tzu sampai Mao Zedong, membuktikan yang besar belum tentu menang. Kuncinya "hard work" dan "having a plan". Strateginya guerrilla and unrestricted warfare.

Di mana-mana, incumbents punya segudang advantages: popularitas, patronase, taipan, network, media, penjilat, loyalis, aparatus intel, mesin politik dan sebagainya.


Political landscape, di semua negeri, dipenuhi politikus penipu. They tried to be something they were not. Bagusnya, tidak mungkin to engineer political imagery on a long term basis. Pencitraan akan tersingkap. Pura-pura sederhana tapi busuk. Belaga merakyat, tapi memperlakukan rakyat bagai sekumpulan unggas.

Semua challenger mesti memperhatikan "General Mood" dari rakyat. Deadly kombinasi bila rakyat merasa incumbent "off the track" dan ngga peduli dengan nasib rakyat.

Karena itu, ada empat hal yang harus dilakukan challenger. Start early, define your opponent, draw a contrast, dan define the agenda.

Jangan lakukan kesalahan yaitu baru kampanye di musim pemilu. Don't make this "traditional" mistake. Bagi para challenger, slogannya mesti "Never Too Early to Start Campaign". Segera aktif, datang ke berbagai pertemuan, building your organization, tentukan bendara dan ketua timses (campaign manager).  

Challenger must start as early as possible. Susun track record negatif incumbent. Potret dan bingkai siapa dia. Lakukan ini sebelum incumbents define themselves. Bikin mereka berada dalam posisi defensif. Jangan pernah ikut menari dalam irama yang ditabuh incumbents. Jangan biarkan dia membentuk opini dan mengolah momentum.

Hanya ada satu alasan rakyat mengganti presiden i.e. rakyat merasa ada seseorang yang lebi baik dari penguasa sekarang. Set the agenda, paksa incumbent bicara soal isu-isu where the incumbent is weak.

Para challenger mesti menyampaikan who you are, why you are running, what you see as the important issue, why people should vote for you. Katakan itu dalam setiap pidato. Jangan pake text. Stump speech. Memorized without notes.

Pesan-pesan itu mesti konsisten, klir dan understandable. Voters hate "wafflers". Jangan pernah mengirim mixed messages to the voters.

Terakhir, mesti ada garis tegas. Antara challenger dan incumbent. Show the voters that there is a clear distinction between you and your opponent on issue you define.[***]

Penulis Merupakan Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi  


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya