Berita

Agung Suryamal/Net

Politik

Agung Suryamal Siap Berkompetisi Dengan Ridwan Kamil

JUMAT, 21 JULI 2017 | 09:50 WIB | LAPORAN:

Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Agung Suryamal, mengaku tak gentar mengetahui hasil survei yang menyatakan bahwa elektabilitas rivalnya, Ridwan Kamil (RK) yang relatif masih tinggi.

"Prinsipnya kalau dedikasikan yang terbaik untuk masyarakat Jawa Barat. Insya Allah siap (lawan RK). Masih panjang waktunya, sekarang fokus mendengar aspirasi masyarakat dan langsung turun untuk mengetahui problematika masyarakat,” kata Agung di Bandung, Jumat (21/7).

Komunikasi dengan sejumlah partai politik tengah dijajakinya, dan terus melakukan sosialisasi dengan warga Jawa Barat.


"Sejauh ini sudah ada pembicaraan dengan beberapa partai besar seperti Gerindra, PAN, PKS, PPP dan Demokrat. Para elite menyambut baik," sebutnya.

Bahkan beberapa parpol sudah memberinya restu maju kontestasi Pilkada Jabar 2018 nanti.

"Sudah ketemu sama Pak Prabowo (Gerindra), Pak Sohibul Iman (PKS), Pak SBY (Demokrat) dan Pak Zulkifli Hasan (PAN). Semuanya mendukung. Seluruh tim dan saya sendiri makin semangat untuk jemput takdir," kata Agung.

Tidak hanya dari elit politik, Agung mengaku juga mendapat dukungan dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari para pedagang di Jawa Barat yang bernaung di bawah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat.

"Sebanyak lima juta pedagang pasar di Jawa Barat, kemudian para pedagang kaki lima (PKL) yang jumlahnya 2 juta orang, mereka total mendukung," beber penggagas "Jihad Ekonomi" ini.

Terlepas dari hasil survei, Agung menjelaskan bahwa ajang Pilkada Jawa Barat 2018 bukan hanya perkara menang atau kalah, tapi bagaimana seorang pemimpin mampu membuat terobosan untuk Jawa Barat.

"Ini soal bagaimana membuat terobosan untuk Jawa Barat mengingat provinsi ini masih mengalami beberapa masalah seperti pembangunan yang belum merata.  Karena pembangunan infrastruktur lebih banyak dilakukan di pusat perkotaan sehingga pembangunan daerah pinggiran atau perbatasan terkesan terabaikan," paparnya.

Belum lagi, sambung Agung, ketersediaan infrastruktur yang belum memadai seperti jalan raya dan jembatan yang rusak sehingga menyulitkan warga. Kemudian masalah ekonomi juga masih menjadi momok utama yang menyebabkan angka pengangguran dan kemiskinan di Jabar relatif tinggi.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya