Berita

Foto: RMOL

Politik

Empat Fraksi Walk Out, RUU Pemilu Tetap Disahkan Menjadi UU

JUMAT, 21 JULI 2017 | 01:51 WIB | LAPORAN:

Empat fraksi di DPR RI, yakni PAN, Demokrat, PKS, dan Gerindra yang tak menyetujui pengambilan keputusan untuk presidential threshold (Preshold) melakukan aksi walkout.

Hal itu lantaran mereka yang menginginkan presidential threshold dilakukan pengambilan keputusan pada Senin pekan depan itu kalah dalam voting. Dimana jumlah gabungan anggota mereka hanya 217 orang. Sedangkan jumlah gabungan anggota dari fraksi pendukung pemerintah, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, NasDem, PPP, dan PKB memilih agar semua pengambilan keputusan dilakukan pada malam ini berjumlah 322 orang.

"Kami tidak akan ikut dan kami tidak akan bertanggung jawab. Inilah kita. Kami yakin akan tetap tersenyum. Oleh karena itu kami menyatakan walkout. Terimakasih," kata sekretaris Fraksi PAN, Yandri Susanto dalam rapat paripurna ke 32, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Jum'at (21/7) dini hari.


Hal senada juga diucapkan oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Dia menyatakan tidak ingin bertanggung jawab atas apapun yang menjadi keputusan rapat hari ini.

Menyusul Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman mewakili fraksinya.

"Bapak-bapak, ibu-ibu, dan saudara sekalian, Partai Demokrat menyatakan sikap tidak ikut dalam ambil bagian voting untuk isu presidential threshold yang terlalu telak melanggar konstitusi. PD bersama 60 anggota akan melakukan langkah walk out," tegasnya.

Menyusul kemudian Fraksi PKS pun tak mau kalah, salah satu wakilnya maju dan bilang kalau mereka juga mau walkout.

Lebih dari dua ratus anggota DPR pun berbondong-bondong meninggalkan ruangan sidang. Tak ketinggalan tiga pimpinan sidang, Fadli Zon dari Gerindra, Taufik Kurniawan dari PAN, dan Agus Hermanto dari Demokrat.

"Karena fraksi Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN walkout, saya sejalan dengan fraksi saya fraksi Gerindra. Untuk itu saya pamit undur diri sebagai pimpinan sidang," ujar Fadli Zon.

Tinggal dua pimpinan sidang yang ada ruang rapat. Mereka adalah Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Novanto kemudian mengambil palu sidang dan langsung memimpin rapat.

Namun sebelum itu, Fahri Hamzah menyatakan bahwa sesungguhnya dia tak setuju dengan presidential threshold, namun dia juga tak mau meninggalkan ruang rapat.

"Saya bertahan sebagai pimpinan Dewan. Secara etis memang harus ada dua. Saya mengambil itu. Kedua, kalau ditanya sikap angket, karena saya satu-satunya yang berbeda dengan bapak-bapak, saya pilih B tapi tidak walkout," ujar Fahri yang disambut tepuk tangan semua anggota di dalam ruang rapat.

Mendengar itu, Novanto kemudian menyatakan dirinya mengapresiasi keputusan Fahri. Dia lalu melanjutkan sidang.

"Izinkan rapat saya lanjutkan. Ini adalah bentuk demokrasi yang ada. Kepada kawan-kawan fraksi tetap mengambil RUU ini, apakah bisa disetuju?" Tanya tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP ini yang disambut setuju semua anggota.

"Karena tinggal opsi A. Kita ambil secara aklamasi saja. Apa disetujui?" Tanya Novanto lagi

"Setuju," jawab semua anggota DPR.

Novanto kemudian mengetok palu sebanyak tiga kali, tanda RUU Pemilu telah sah menjadi undang-undang. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya