Berita

Bima Arya

Politik

Perokok Bijak Menentang Semua Upaya Untuk Menghilangkan Hak Merokok​

KAMIS, 20 JULI 2017 | 19:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komunitas Perokok Bijak sangat menyesalkan langkah-langkah yang dilakukan Walikota Bogor Bima Arya yang sangat berlebihan dalam kebijakan kawasan tanpa asap rokok.

​"Komunitas Perokok Bijak mendukung penataan dan pengaturan tempat untuk merokok. Tetapi selama rokok masih merupakan produk legal di Republik ini, kami menentang semua usaha yang ingin menghilangkan hak kami untuk merokok​," jelas Ketua Perokok Bijak, Suryokoco, dalam keterangan persnya (Kamis, 20/7).

Hal ini terkait dengan wacana yang disampaikan Bima bahwa pihaknya sedang mengkaji larangan merokok sampai ke dalam rumah.


"Kita lihat memanglah problem rutinitas merokok ini mesti dideteksi sedini mungkin saja, dari sejak rumah tangga. Memanglah masih tetap jadi perbincangan, namun kita dapat optimalkan larangannya mungkin saja di lingkungan sekitar RT. Karena tempat tinggal pribadi memanglah ruangan yang sangat privat. Namun kita juga akan rumuskan sekali lagi, rumah tangga yang seperti apa nanti yang juga akan dilarang," terang Bima.

Menurut Suryokoco pernyataan Bima tersebut menunjukkan dirinya sedang tidak sehat atau sakit. Penyakit yang dideritanya adalah penyakit rohani, dimana adanya sifat dan sikap (budi pekerti) yang buruk dalam rohani seorang manusia yang mendorongnya untuk berbuat buruk dan merusak.

"Penyakit rohani memiliki gejala-gejala antara lain, lemahnya daya kerja, tumpulnya daya pikir, gelisah dan keluh kesah, prasangka buruk (curiga/suudzhan), over acting dan emosiaonal, merasa diri paling benar," ungkap Suryokoco.

"Mari kita lihat bersama sama indikasi ini terjadi pada Walikota Bogor," sambungnya.

Pertama, Pemkot Bogot tidak mampu menegakkan Perda yang sudah dibuat. Ini adalah bentuk dari lemahnya daya kerja seorang Kepala Daerah.

Kedua, tidak mengidentifikasi penyebab utama lemahnya Perda dan menyelesaikan masalah dari sumbernya adalah bentuk dari tumpulnya daya pikir.

Ketiga, mengeluhkan penegakan Perda yang sulit dilakukan karena tidak ada anggaran adalah indikasi kegelisahan dan keluh kesah

Keempat, menilai rokok masalah paling besar di Bogor sementara ada masalah kualitas udara yang menurun karena emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tetapi hanya melihat rokok sebagai maslah adalah bukti perilaku prasangka buruk.

Kelima, memikirkan kawasan tanpa rokok sampai di rumah rumah, meskipun rumah tangga tertentu jelas bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku ini masuk indikasi over acting dan emosional juga merasa dirinya paling benar.

"Komunitas perokok Bijak mengajak semua perokok di Indonesia mendo’akan semoga walikota Bogor diberikan kesembuhan dari sakit rohaninya," sentilnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya