Berita

Foto/Net

Politik

Tingkat Kemiskinan Makin Parah Disebabkan Tim Ekonomi Tidak Serius

RABU, 19 JULI 2017 | 09:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Indonesia semakin meningkat.

Indeks Kedalaman Kemiskinan naik 1,83 dan Indeks Keparahan Kemiskinan naik 0,48 di Maret 2017, dibanding realisasi September 2016 yakni masing-masing di angka 1,74 dan 0,44.

Di bulan yang sama, Maret 2017, secara persentase, angka kemiskinan memang sedikit menurun, namun secara jumlah menaik.


Persentase penduduk miskin mencapai 10,64 persen, turun tipis dibandingkan September 2016, yaitu 10,7 persen. Namun, jumlah penduduk miskin mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 6,90 ribu orang (6.900 orang) dibanding September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen).

Analis ekonomi dan politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga menyalahkan tim ekonomi Jokowi-JK yang tidak menjalankan ekonomi kerakyatan yang terdapat dalam Nawa Cita.

"Ekonomi kerakyatan Nawa Cita Jokowi-JK tidak dijalankan sepenuhnya oleh para pembantu Presiden, baik di kementerian maupun struktur pemerintahan di daerah," kata Andy kepada redaksi, Rabu (19/7).

Terkait tingkat kemiskinan yang semakin massif yang terjadi saat ini, menurutnya karena tim ekonomi Jokowi-JK tidak sungguh-sungguh.

"Ini disebabkan tim ekonomi Jokowi-JK tidak serius dalam menjalankan program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi kerakyatan," pungkas Andi. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya