Berita

Adhyaksa Dault/net

Hukum

Bullying Mahasiswa Autis Tindakan Tidak Berperikemanusiaan

SENIN, 17 JULI 2017 | 18:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Video mahasiswa autis dilecehkan dan ditonton oleh para mahasiswa di Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat, menuai kemarahan publik.

Setelah para anggota DPR RI dan tokoh pendidikan, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, ikut menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, dilakukan mahasiswa yang mengaku berpendidikan.

 "Sangat disayangkan bullying itu terjadi. Ini perbuatan tercela, tidak berperikemanusiaan. Ini juga tidak menghargai manusia sebagai ciptaan Tuhan," ujar Adhyaksa Dault dalam keterangan persnya, Senin (17/7).


 Adhyaksa Dault mengatakan, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk menanggapi kejadian itu. Pertama, pihak kampus harus mengambil tindakan tegas dan memberi sanksi keras kepada pelaku bullying tersebut. Dua, gerakan dan sosialisasi anti-bullying harus diperkuat agar kejadian tidak terulang kembali.

"Tiga, Pramuka agar melindungi, menyayangi dan membantu saudara-saudara yang berkebutuhan khusus di mana pun berada. Ini sebagai penerapan dari Dasa Dharma Pramuka, cinta alam dan kasih sayang pada sesama manusia," tambahnya.

Adhyaksa mengungkapkan, Gerakan Pramuka sendiri memberi perhatian kepada mereka yang berkebutuhan khusus, salah satunya melalui kegiatan Perkemahan Nasional Pramuka Penegak dan Pandega Berkebutuhan Khusus (KEMNAS ABK) yang bekerjasama dengan Kemendikbud.

Hal senada disampaikan Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Bina Anggota Dewasa, Mohammad Laiyin. Bahkan, menurutnya, mengolok sesama teman yang normal dengan istilah "autis" juga tidak boleh.

Menurut Laiyin, video tersebut bisa membuat orang tua dari anak autis yang bersekolah atau kuliah bersama teman-temannya yang normal makin khawatir.

"Video tersebut ketika viral akan berefek kepada para orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang sedang menyekolahkan anaknya di sekolah atau universitas yang inklusif," ucapnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya