Berita

AAGN Puspayoga/Humas Kementerian Koperasi dan UKM

Menkop UKM: Pemda Harus Mampu Kembangkan UKM Center

JUMAT, 14 JULI 2017 | 15:29 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meminta agar pemerintah daerah di seluruh Indonesia mampu menyediakan dan memanfaatkan 'UKM Center', agar pelaku UKM memiliki sarana pemasaran bagi produk yang dihasilkannya.

"Apalagi Sulawesi Utara yang memiliki potensi wisata terbesar kedua di Indonesia setelah Bali. Karena, pariwisata tanpa kehadiran UKM juga akan kering," kata Puspayoga pada acara pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUMKM di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Kota Manado, Sulawesi Utara, belum lama ini.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Rektor Unsrat Prof Dr Ellen Joan Kumaat, dan Deputi Pengembangan SDM Kemenkop UKM Prakoso BS.


Menkop menambahkan, agar sebuah destinasi wisata semakin banyak dikunjungi turis, maka semua pihak harus mampu memelihara kearifan budaya lokal.

"Hal itu bisa ditunjukkan dengan kehadiran kuliner khas daerah, handicraft, keindahan alam yang dimiliki masing-masing daerah, dan sebagainya. Di sini peran UKM sangat diperlukan," jelas Puspayoga.

Menurut Menkop, agar UKM di destinasi wisata bisa berjalan sukses juga harus mendapat dukungan penuh dari Pemda setempat. Salah satunya menyangkut hak cipta produk UKM agar tidak dijiplak orang lain.

"Pemda harus lebih giat menjaga menjaga hak cipta  produk UKM dan hak merek bagi pelaku kuliner di daerahnya. Di acara ini juga disediakan Klinik Hak Cipta agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," ujar Menkop.

Terlebih lagi, lanjut Menkop, pemerintahan Jokowi tengah gencar membangun sektor infrastruktur dan pariwisata. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk mengurangi ongkos produksi, termasuk pelaku UKM. Sedangkan pembangunan sektor pariwisata untuk meningkatkan penerimaan devisa negara.

"Dari dua fokus pembangunan itu mengandung tiga dampak positif, yaitu sosial ekonomi tinggi, sosial budaya tinggi, dan sosial politik tinggi yang berujung akan memperkuat NKRI," tegas Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub Sulut Steven Kandouw meminta mahasiswa dan para peserta pelatihan mulai mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja dengan mulai merintis menjadi seorang wirausaha.

"Harus sudah berorientasi ke enterpreneurship. Di Sulut banyak peluang bagi para wirausaha, terutama di sektor pariwisata kita yang terus berkembang. Peluang untuk menjadi eksportir juga besar dengan adanya jalur kapal Roro dari Bitung ke Filipina," kata Steven.

Prakoso BS menambahkan, salah satu alasan program pelatihan diselenggarakan di wilayah Sulawesi Utara karena wilayah ini merupakan tujuan wisata unggulan yang banyak didatangi turis, terlebih wisatawan mancanegara.

"Pelatihan ini diikuti sekitar 500 orang dan akan difokuskan pada kewirausahaan di wilayah destinasi wisata. Karena, bila satu wilayah memiliki destinasi wisata, maka UKM di sana akan hidup," kata Prakoso.

Oleh karena itu, lanjut Prakoso, pihaknya akan concern pada beberapa hal, yaitu pelatihan kewirausahaan, sosialisasi kewirausahaan, standar kompetensi pelaku usaha (pemandu wisata/guide dan homestay), serta pelatihan perkoperasian.

"Kita melihat bahwa pusat oleh-oleh khas Sulawesi Utara masih kurang. Sedangkan jumlah turis semakin meningkat dengan banyaknya penerbangan langsung ke Manado. Dengan pelatihan ini diharapkan pusat oleh-oleh dan cenderamata khas Sulut akan lebih terkelola dengan baik," papar Prakoso.

Dia menjelaskan, setelah mendapat pelatihan selama tiga hari, peserta yang bagus bisa mendapatkan akses bantuan permodalan dari Kemenkop UKM lewat program Wirausaha Pemula (WP) dengan maksimal permodalan Rp10 juta melalui pengajuan e-proposal. Sedangkan pelaku usaha yang ingin meningkatkan usahanya atau naik kelas, bisa mengakses kredit usaha rakyat (KUR) dan dana bergulir dari LPDB-KUMKM.

"Itulah pentingnya para UKM tergabung dalam sebuah koperasi, sehingga semua itu bisa dijalankan melalui koperasi, termasuk pengadaan bahan baku. Koperasi bisa sinergi dan kerjasama dengan pedesaan, misalnya dalam pengadaan bahan baku ubi yang terkenal di Sulut. Yang pada ujungnya, pengembangan kewirausahaan di Sulut juga bakal memiliki dampak positif bagi perekonomian pedesaan", pungkas Prakoso.[wid]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya