Berita

Rizal Ramli

Politik

Rizal Ramli: Banyak Cara Inovatif Kurangi Utang Negara

KAMIS, 13 JULI 2017 | 15:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Utang pemerintah terus membengkak pada tiga tahun pertama pemerintahan Joko Widodo. Jika dihitung per 2014 di mana nilai utang Rp 2.608,80 triliun, utang pemerintah RI pada Mei 2017 melonjak jadi Rp 3.672 triliun.

Berarti dalam tiga tahun ini utang pemerintah membengkak Rp 1000 triliun. Dalih utang untuk pembiayaan anggaran infrastruktur ternyata tidak mudah diterima publik karena pembengkakan utang negara tidak berjalan seiring penguatan daya ekonomi rakyat. Keluhan terkait kelesuan transaksi jual-beli disampaikan kaum pedagang, terutama kalangan pengusaha ritel.

Kebijakan pengetatan anggaran dan pajak yang super-konservatif ala Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dinilai sebagai salah satu faktor pendorong. Sri pun menjadi sorotan media massa nasional. Ramai-ramai media memberi judul keras dalam pemberitaan kinerja Sri Mulyani, kebijakan-kebijakannya dan jumlah utang pemerintah.


Ekonom senior, Rizal Ramli atau RR, juga angkat pendapat . Di halaman Facebooknya beberapa saat lalu, mantan Menteri Koordinator Perekonomian di awal masa reformasi itu mengkritik pemotongan anggaran yang berlaku tajam untuk sektor sosial, tetapi bukan untuk pembayaran pokok dan bunga utang.

"Satu-satunya pos anggaran yang tidak diubah: pos pembayaran pokok dan bunga utang. Yang lain semuanya bisa dipotong, jelas sekali ke mana kesetiannya," tulis RR.

Ia menegaskan, sebetulnya banyak cara inovatif untuk mengurangi utang. Kemudian RR menyebut kasus utang negara yang pernah ia tangani tanpa harus menumpuk lebih banyak utang atau "gali lubang tutup lubang".  

Misalnya di tahun 2000 silam, ia menyepakati "Debt for Nature Swap" dengan Jerman. Saat itu, ratusan juta dolar AS utang Indonesia dihapus dan ditukar dengan konservasi hutan.

Kemudian, tahun 2001, RR juga mengatur "Debt Swap" dengan Kuwait.

"Utang mahal ditukar dengan utang bunga rendah. Kuwait saking gembiranya berhadiah gratis flyover Pasopati di Bandung," ungkap RR. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya