Berita

Politik

Red Terror

SELASA, 11 JULI 2017 | 00:46 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ONCE again, sebuah teror dilakukan. Kali ini korbannya Hermansyah. Polisi bilang, ini kasus kriminal biasa. Akibat pepet-pepetan mobil. Saya percaya saja sama polisi.

Sekalipun, netizen ramai mencibir presumption ini. Mereka bilang; absurd. Jarang sekali orang melengkapi mobilnya dengan golok, clurit, parang dan mandau. Bisa kena Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 12/1951. Ancamannya 10 tahun penjara maksimal.

Hermansyah diketahui sebagai Saksi Ahli IT. Dia ngga ragu bilang "sexchat" Habib Rizieq Syihab dan Firza adalah palsu. Publik menduga, dia dibacok karena itu.


Sebelumnya, Novel Baswedan disiram air keras (asam chlorida). Mata kirinya mungkin buta permanen. Dia handle beberapa kasus korupsi. Ngga heran bila ada yang menduga para koruptor itu adalah mastermind penyiraman air keras. Sampai sekarang, polisi belum sanggup membongkar konspirasinya.

Satu-satunya pihak yang punya motif bacok Hermansyah adalah mereka yang ingin mengkriminalisasi Habib Rizieq Shihab. As simple as that. Begitu logika publik.

This is a heartbreaking situation. Beberapa jam setelah kasus Hermansyah ramai, sejumlah teman, sekitar 11 orang, meminta saya hati-hati. Satu per satu, mereka bilang agar saya tidak jalan sendiri. Mereka kuatir. Lama-kelaman, akhirnya, sayapun jadi takut. Pembacokan ini sukses meneror psikologi saya.

Komunis menciptakan terminologi "white terror". Mereka beri contoh serangkaian pemberangusan komunis di Revolusi Perancis (1794-1795), Hungaria, Russia, Shanghai, Taiwan sebagai "white terror".

Motif teror adala produksi widespread fear. Publik dihinggapi state of intense fear.

Karena target dari teror kali ini bukan aktivis sosialist slash komunis, maka ini bisa diklasifikasi sebagai "Red Terror". Ngga lucu kan, kalau saat jalan-jalan di mall, eh tiba-tiba dibacok dari belakang. Selain sebagai Red Terror, aksi pembacokan Hermansyah masuk kategori violence action. Sebagai taktik psyop. Bikin takut orang banyak.

Menurut psikologis Ray Williams, definisi terorisme adalah "the use, or threat of use, of violence by non-state groups to achieve political change, and in doing so, targeting non-combatant civilians as its immediate victims."

Jelas, aksi violence terhadap Novel Baswedan dan Hermansyah adalah aksi terorisme. Pelakunya teroris. Polisi harus meringkus para penjahat itu. Supaya, asumsi masyarakat tidak menjadi liar. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya