Berita

Tatang Farhanul Hakim/RMOL Jabar

Politik

PPP Jabar Kubu Djan Faridz Dukung Penuh Jokowi

SABTU, 08 JULI 2017 | 07:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Partai Persatuan Pembangunan Jawa Barat (PPP Jabar) menghasilkan rekomendasi mendukung Pemerintahan Joko Widodo.

Menurut PPP kubu Djan Faridz itu, setiap partai wajib mendukung pemerintahan yang sah. Apabila kalah dalam Pilpres bukan berarti mesti menjadi oposisi.

"Negara kita bukan kulturnya menjadi oposisi. Sudah seharusnya kita mendukung pemerintahan yang sah," ujar Ketua DPW PPP Jabar, Tatang Farhanul Hakim, kepada RMOL Jabar, Sabtu, (8/7).


Selain itu, Rapimwil  juga menghasilkan beberapa rekomendasi yang telah disepakati oleh forum dari seluruh DPC PPP kabupaten/kota.

Rapimwil yang bertema silaturahmi ini juga dihadiri oleh alim ulama se-Jawa Barat. PPP Jabar ingin kembali merangkul para ulama yang sejatinya berperan besar membuat PPP tegak berkibar di kancah politik nasional.

"Kami akan mengembalikan kekuatan dan kejayaan PPP yang berawal dari ulama," jelas Tatang.

Ada sembilan hasil rekomendasi Rapimwil PPP Jabar:

1. Sepakat mempertahankan PPP sebagai wadah perjuangan politik ummat yang berasaskan Islam.

2. Sepakat memperkuat eksistensi PPP kembali ke pangkuan ulama dan ummat.

3. Menyatakan tetap utuh, bersatu padu, solid dan istiqomah terhadap kepemimpinan ketua umum DPP PPP H. Djan Faridz dan hasil-hasil Muktamar ke VIII Jakarta.

4. Menyerukan kepada stakeholder dan pemegang kekuasaan baik eksekutif atau legislatif untuk mengabaikan upaya pihak lain yang melakukan pemberhentian jabatan sepihak terhadap kader PPP di bawah kepemimpinan ketua umum H. Djan Faridz.

5. Mendorong kepada DPP PPP untuk segera melaksanakan silatnas alim ulama se-Indonesia.

6. Mendorong fraksi PPP DPR RI untuk meperjuangkan presidential treshold sebesar 20 persen.

7. Mendorong kepada DPP PPP untuk melakukan kasasi terhadap putusan PT TUN Jakarta.

8. PPP Jabar menolak melakukan kompromi dengan kubu Romahurmuzy.

9. PPP Jabar mendukung Pemerintahan Presiden Jokowi. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya