Berita

Ilustrasi/net

Politik

Kornas: Tidak Ada Alasan Menolak Pemindahan Ibu Kota

JUMAT, 07 JULI 2017 | 13:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara sudah tepat karena Jakarta sudah terlalu padat dan minim lahan kosong.

"Kami rasa pemindahan ibu kota adalah hal yang tepat. Tidak ada alasan untuk menolak, sebab Jakarta sudah terlalu padat, apalagi bicara penduduk di Pulau Jawa hampir 150 juta jiwa" ujar Ketua Departemen Advokasi dan Hukum Komite Rakyat Nasional (Kornas), Moh. Jumri, dalam siaran persnya (Jumat, 7/7).

Lagipula, lanjut dia, bukan hanya Presiden Jokowi yang memiliki rencana tersebut jika melihat sejarah kepresidenan. Presiden pertama, Soekarno, juga sudah berencana memindahkan ibu kota. Begitu juga di zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Dari sisi ekonomi dan pembangunan, pemindahan ibu kota negara akan menjadi salah satu jalan mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi adalah hal yang wajib hukumnya untuk dilakukan.

Jumri menambahkan, secara geografis Pulau Kalimantan cocok sebagai ibu kota, khususnya Kalimantan Tengah. Warga dari Sumatera, Sulawesi dan wilayah timur tidak terlalu jauh untuk menjangkau ibu kota negara bila pemindahan diarahkan ke Pulau Kalimantan.

"Alasan apapun tidak dapat diterima bila ada yang menolak. Jika ada menolak, berarti orang tersebut tidak menginginkan pemerataan ekonomi dan pembangunan, singkatnya tidak memahami esensi Pancasila," tutupnya. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya