Berita

Gatot Nurmantyo/net

Politik

Gatot Banyak Bantu Jokowi, Kok Malah Dicopot?

JUMAT, 07 JULI 2017 | 07:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Akan terasa tidak lazim jika Presiden Joko Widodo mencopot Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari jabatan Panglima TNI di tengah jalan. Gatot dianggap tidak pernah melakukan kesalahan fatal yang membuatnya pantas diganti sebelum masa pensiun.

"Pergantian pejabat negara atau Panglima TNI atau Kapolri itu tidak lazim dilakukan di tengah jalan, kecuali ada kesalahan sangat fatal," tegas analis politik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Andriansyah, Msi, saat diwawancara redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 7/7).

Andriansyah menilai, desakan kalangan pengamat politik agar presiden mencopot Gatot lebih beraroma kepentingan pihak yang merasa terancam kiprah Gatot. Padahal, selama ini Gatot sudah berperan besar membantu Presiden Jokowi mendinginkan suhu politik dan meredam kemarahan masyarakat kepada pemerintah.


"Kegiatan Panglima lebih banyak dianggap politis. Padahal, yang Gatot lakukan itu biasa saja dilakukan seorang Panglima, yaitu mendekatkan diri kepada rakyat. Itu memang kerjaan TNI. Apalagi, dalam situasi sekarang, agak susah mengandalkan Polri untuk mendekatkan diri ke rakyat," jelasnya.

Soal dugaan niat Jenderal Gatot bertarung di arena politik Pilpres 2019, menurut Andriansyah hal itu tidak bisa dipastikan.

"Kalau itu hanya Gatot dan Allah yang tahu," ucap pria yang menjabat Wakil Rektor Universitas Moestopo ini.

Andriansyah pun menyarankan, Presiden Jokowi tidak terhasut provokasi pihak tertentu untuk mengganti Panglima TNI di tengah jalan.

Yang sebaiknya dilakukan presiden adalah mendukung kerja-kerja Gatot mendekatkan diri ke rakyat dalam posisinya sebagai Panglima TNI. Apalagi, pendekatan Gatot terbukti sangat membantu pemerintah menstabilkan situasi sosial politik.

"Lagipula, Jokowi sebagai pimpinan yang baik harus mendukung anak buahnya lebih maju. Kalau Gatot disebut orang lain sebagai calon kompetitor, Jokowi mendukung kompetitor itu untuk lebih baik. Itu kan ciri pemimpin yang ideal," tutup Andriansyah. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya