Berita

Foto: Istimewa

Hukum

RESTITUSI PAJAK MOBILE8

Hotman Curiga Jaksa Julianto "Bermain" Di Balik Pemanggilan HT

KAMIS, 06 JULI 2017 | 22:56 WIB | LAPORAN:

Kasus korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 periode 2007-2009 yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung syarat akan nuansa politis.

Begitu dikatakan pengacara Bos MNC Group Hary Tanoesudibjo (HT), Hotman Paris Hutapea di Jakarta, Kamis (6/7).

"Saya melihat dari sisi hukum pasca pilkada DKI 2 kasus meledak yaitu dibuka lagi kasus yang sudah praperadilan dan sms ancaman pada Januari 2016 berarti 1 setengah tahun tidak pernah ada masalah," sambungnya.


Menurut Hotman, surat pemanggilan dari Kejagung ke kliennya sama persis dengan yang diterimanya tahun lalu, yakni restitusi pajak PT Mobile8, yang sudah diputuskan oleh sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, bahwa itu bukan kewenangan Kejaksaan.

"Karena itu menyangkut pidana pajak. Dugaan pidana pajak yang merupakan kewenangan PPNS Ditjen Pajak," tegasnya.

"Masalah restitusi pajak bukan kewengan Kejaksaan. Artinya mau 1000 bukti baru pun yang diberikan kalau terkait pajak bukan kewenangan Kejaksaan," lanjutnya.

Kejaksaan diakuinya telah dengan bersedia mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) restitusi perpajakan di PT Mobile 8. Tak tanggung-tanggung, SP3 tersebut bahkan merujuk pada putusan praperadilan.

"Kita bingung perkara yang sudah diputus pengadilan, isinya juga sama dengan SP3, kenapa sampai dibuka lagi," tanyanya.

Jaksa yang menangani kasus restitusi perpajakan di PT Mobile 8 adalah jaksa Julianto. Jaksa Julianto pula yang menjadi seteru HT dalam kasus SMS ancaman. Untuk itu, Hotman menilai penanganan kasus Mobile8 tentu syarat akan konflik kepentingan.

"Jaksa Julianto berpekara dengan HT di Mabes Polri, tapi dia juga jadi memimpin penyidik di Kejaksaan jadi itu namanya conflict of interest," tukas Hotman. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya