Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Maskapai Saudi Yakin Larangan Laptop Dalam Penerbangan Dicabut AS Bulan Ini

SELASA, 04 JULI 2017 | 19:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan asal Arab Saudi, Saudi Arabia Airlines memprediksi bahwa larangan membaw alaptop dan peralatan elektronik besar di atas kabin yang diberlakukan oleh AS akan dicabut pada 19 Juli mendatang.

Pihak maskapai mengatakan kepada kantor berita SPA bahwa maskapai bekerja dengan otoritas penerbangan sipil negara itu, GACA, untuk menerapkan langkah-langkah keamanan baru untuk penerbangan yang menuju AS yang diumumkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pekan lalu.

Maskapai itu sendiri memiliki rute penerbangan dari bandara di Jeddah dan Riyadh menuju Amerika Serikat.


Sementara itu, maskapai Emirates yang berbasis di Dubai yang juga merupakan maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, mengatakan pada hari Selasa (4/7) bahwa pihaknya sedang berupaya menerapkan langkah-langkah untuk mencabut larangan tersebut.

Pada hari Minggu, Amerika Serikat mencabut larangan laptop di kabin dengan penerbangan dari Abu Dhabi ke Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa Etihad Airways telah menerapkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat.

Turkish Airlines mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya memperkirakan larangan untuk dicabut pada penerbangan dari Turki pada 5 Juli.

Pada bulan Maret, Amerika Serikat melarang laptop di kabin dengan penerbangan ke Amerika Serikat yang berasal dari 10 bandara di delapan negara, yakni Mesir, Maroko, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Turki untuk mengatasi ketakutan bahwa bom bisa disembunyikan di perangkat elektronik yang diambil di penerbangan. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya