Berita

Novel Baswedan/net

Hukum

59 Saksi Sudah Diperiksa Polisi, Penyerang Novel Tak Kunjung Ditangkap

SELASA, 04 JULI 2017 | 19:08 WIB | LAPORAN:

Polisi telah memeriksa 59 saksi terkait kasus air keras terhadap  Novel Baswedan. Namun, hingga saat ini, belum ada petunjuk pasti terkait identitas pelaku kekerasan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi ada saksi tambahan ya, selain 56 saksi itu, ada tiga saksi tambahan lagi tetangganya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Argo Yuwono dikantornya, Selasa (4/7).

Dari tiga orang tambahan itulah, polisi mendapat ilustrasi gambar tiga terduga pelaku yang divisualisasikan dalam bentuk sketsa. Saat ini, sketsa tersebut tengah dalam proses perampungan sebelum polisi melakukan tindakan selanjutnya.


"Orang itu melihatnya berbeda-beda, tentunya melihat itu, sketsa dibuat dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh saksi, ada tiga sketsa yang berbeda. Karena pada posisi yang berbeda pula melihatnya," terangnya.

Namun, lanjut Argo, untuk memastikan keakuratan sketsa, polisi akan kembali mendalami sketsa yang ada. Khususnya, terkait saksi E yang ikut salat subuh berjamaah dengan korban.

"Karena ada saksi yang E itu yang habis sholat subuh. Dia pulang duluan. Dia melihat ada orang (mencurigaka ) di depan rumah Novel saat itu sedang menunduk. Makanya ini sedang kita cek sekitar jam 05.00 WIB posisi menunduk ini sedang kita dalami kembali. Kira-kira seperti apa," tambahnya.

Untuk diketahui, Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal, 11 April lalu. Insiden tersebut terjadi saat Novel baru pulang salat subuh berjamaah di Masjid tak jauh dari kediamannya, Jalan Deposito depan Mesjid Al Iksan RT 03 RW 10 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.[san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya