Berita

Ilustrasi/Net

Global

India Investasi 11 Miliar Dolar AS Pada Sektor Gas Iran

SENIN, 03 JULI 2017 | 19:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

India mencari diversifikasi atas persediaan gas mengingat konsumsi di negara itu yang meningkat. Iran dipilih untuk investasi.

Iran berani menjami pengembalian yang masuk akal bagi investor India yang siap untuk menghabiskan $ 11 miliar untuk infrastruktur gas alam dan LNG di negara itu.

Direktur pengelola Narendra Kumar Verma menjelaskan bahwa ONGC Videsh India berencana menginvestasikan $ 6 miliar di ladang Farzad-B dan menghabiskan sisanya untuk membangun fasilitas ekspor gas alam cair.
 

 
"Kami telah memberikan penawaran terbaik untuk mereka. Sekarang, terserah mereka untuk setuju atau tidak setuju," kata Verma dalam sebuah wawancara dengan NDTV seperti dimuat Russia Today.

"Kami telah memberi tahu pihak berwenang Iran dengan sangat jelas bahwa beberapa pengembalian dasar diperlukan," tambah eksekutif tersebut.

Perusahaan mengharapkan pengembalian sekitar 18 persen, dan perusahaan India ingin membeli semua gas yang diekspor dari proyek tersebut.

India sendiri adalah pembeli LNG terbesar keempat di dunia. Negara ini telah mencari peran dalam mengembangkan lapangan gas Iran Farzad-B sejak setidaknya 2009. Lapangan tersebut diperkirakan memiliki cadangan hampir 19 triliun kaki kubik.

Sementara negara tersebut telah berusaha beralih dari batubara dan minyak ke gas yang lebih bersih, namun negara tersebut masih harus membangun lebih banyak infrastruktur impor gas. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya