Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Drone Ganggu Jadwal Penerbangan Di Bandara London

SENIN, 03 JULI 2017 | 15:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jadwal penerbangan di bandara Gatwick London Inggris sempat terganggu gara-gara sebuah drone.

Drone tersebut terbang di dekat bandara pada Minggu malam waktu setempat (2/7).

Pihak bandara mengatakan bahwa drone menyebabkan penutupan landasan pacu dan memaksa lima penerbangan dialihkan.


Juru bicara bandara mengatakan landasan pacu tersebut telah ditutup selama dua periode, yakni sembilan menit dan lima menit.

Easyjet mengatakan empat penerbangannya telah dialihkan, sementara British Airways mengatakan satu pesawat telah dikirim ke Bournemouth. Penerbangan lain harus terbang memegang pola sebagai tindakan pencegahan.

"Operasi landasan pacu di Gatwick dihentikan antara pukul 18:10 dan 18:19, dan lagi dari 18:36 sampai 18:41, mengakibatkan sejumlah kecil go-around dan pengalihan," begitu keterangan dari pihak bandara seperti dimuat BBC.

"Operasi telah dilanjutkan dan polisi terus menyelidiki."

Ini bukan kali pertama insiden semacam itu terjadi di Inggris. April lalu, Dewan Airprox Inggris mengatakan setidaknya ada ad alima insiden semacam itu dalam satu bulan.

Termasuk di antaranya adalah satu di pendekatan ke Bandara Edinburgh pada tanggal 25 November 2016, di mana pesawat tak berawak berjarak 75 kaki dari sebuah pesawat terbang.

Otoritas Penerbangan Sipil mengatakan ada konsekuensi serius bagi orang-orang yang melanggar peraturan saat menerbangkan drone.

"Pengguna Drone harus mengerti bahwa ketika terjun ke angkasa, mereka berpotensi terbang mendekati salah satu wilayah tersibuk wilayah udara di dunia," begitu bunyi keterangan tersebut.

"Ini adalah sistem kompleks yang menyatukan semua jenis pesawat termasuk pesawat terbang penumpang, jet militer, helikopter, pesawat layang dan pesawat ringan," sambungnya

"Sangat tidak dapat diterima untuk menerbangkan pesawat tak berawak ke bandara dan siapa pun yang melanggar peraturan dapat menghadapi hukuman berat termasuk pemenjaraan," tutup pernyataan itu seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya