Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ukraina Tuduh Rusia Di Balik Serangan Siber Terbaru

SABTU, 01 JULI 2017 | 20:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ukraina menuduh badan keamanan Rusia terlibat dalam serangan siber baru-baru ini di negara tersebut.

SBU, badan keamanan negara Ukraina, mengatakan serangan tersebut, yang dimulai di Ukraina dan menyebar ke seluruh dunia pada awal pekan ini, dilakukan oleh hacker yang sama yang menyerang jaringan listrik Ukraina pada bulan Desember 2016.

Politisi Ukraina dengan cepat menyalahkan Rusia atas serangan tersebut. Mereka menilai Rusia sengaja melakukannya demi menghancurkan data penting dan menyebar kepanikan.


Perusahaan keamanan cyber mencoba mengumpulkan yang berada di belakang komputer worm, yang dijuluki NotPetya oleh beberapa ahli, yang menyerang komputer, memukul bank, mengganggu pengiriman dan mematikan pabrik coklat di Australia.

Serangan tersebut juga menimpa perusahaan-perusahaan besar Rusia, yang menyebabkan beberapa periset keamanan dunia maya mengatakan bahwa Moskow tidak berada di belakangnya.

Kode berbahaya dalam virus dienkripsi data pada komputer, dan menuntut korban membayar tebusan $ 300, mirip dengan taktik pemerasan yang digunakan dalam serangan ransomware WannaCry global pada bulan Mei. Namun pejabat Ukraina dan beberapa ahli keamanan mengatakan fitur ransomware kemungkinan adalah tabir asap.

Dikabarkan Reuters, Kremlin membantah tuduhan tersebut dan menilainya sebagai tuduhan tak berdasar.

Hubungan antara Ukraina dan Rusia meningkat menjadi bebas setelah aneksasi Moskow di Krimea pada tahun 2014 dan pecahnya lagi pemberontakan separatis Kremlin di Ukraina timur yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya