Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kansas Izinkan Senjata Api Masuk Kampus

SABTU, 01 JULI 2017 | 19:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negara bagian Amerika Serikat, mulai mengizinkan para siswa dan profesor untuk secara legal membawa senjata tersembunyi ke dalam kampus.

Undang-undang yang disembunyikan itu diberlakukan pada tahun 2013 di legislatif negara bagian Kansas dan diterapkan pada semua bangunan umum, namun universitas di negara bagian Midwestern dibebaskan sampai sekarang.

Mahasiswa yang berusia 21 tahun ke atas dapat membawa pistol tersembunyi di kampus universitas Kansas mulai tanggal 1 Juli.


"Hak untuk memiliki senjata sangat penting untuk menjaga kebebasan kita dan mempertahankan pemerintahan sendiri," kata Gubernur Kansas Sam Brownback, yang mendukung undang-undang tersebut.

Kansas bergabung dengan Georgia, Arkansas dan beberapa negara bagian lainnya dengan undang-undang yang memungkinkan siswa dan fakultas membawa senjata di kampus-kampus.

Sebuah survei tahun 2015 oleh Dewan Dewan Bupati Dewan Senat Dewan Senat Kansas menemukan bahwa 70 persen fakultas dan staf ingin mengubah undang-undang Kansas untuk melarang senjata di kampus.

Undang-undang Kansas diundangkan dengan tujuan untuk mengizinkan sasaran potensial kekerasan senjata untuk mempertahankan diri dengan senjata mereka sendiri, meskipun kepemilikan senjata yang lebih tinggi dikaitkan dengan kejahatan yang lebih kejam dan pembunuhan secara keseluruhan.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa kepemilikan senjata terkait langsung dengan pembunuhan terkait senjata, dan pembunuhan dengan senjata adalah jenis pembunuhan yang paling umum di Amerika Serikat.

Serangan senjata api 6,8 kali lebih sering terjadi di negara bagian AS dengan jumlah senjata paling banyak dibandingkan negara bagian dengan paling sedikit, menurut sebuah penelitian baru-baru ini oleh para periset di Harvard University.

Sekitar 29 persen orang Amerika memiliki satu atau lebih dari sekitar 300 juta senjata api di tangan swasta di Amerika Serikat, menurut periset Columbia University. Demikian seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya