Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

PBB: Setengah Juta Warga Suriah Kembali Ke Rumah Tahun Ini

SABTU, 01 JULI 2017 | 16:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya sebanyak 500.000 warga Suriah telah kembali ke rumah mereka pada tahun ini.

Tren tersebut merupakan titik penting di tengah krisis pengungsi beberapa tahun terakhir.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan lebih dari 440.000 pengungsi internal Suriah dan sekitar 31.000 orang yang melarikan diri ke luar negeri kini telah kembali.


Kebanyakan dari mereka telah kembali ke kota Aleppo, Hama, Homs dan Damaskus dengan tujuan memeriksa properti mereka dan mencari tahu tentang anggota keluarga.

Berbicara pada hari Jumat (30/6), juru bicara UNHCR Andrej Mahecic mengatakan agensinya sekarang melihat tren kembalinya spontan ke dan di Suriah pada tahun 2017.

"Sebagian besar orang ini kembali untuk memeriksa properti mereka, untuk mencari tahu tentang anggota keluarga. Inilah yang kami ketahui dari beberapa bukti yang telah kami kumpulkan," kata Mahecic.

"Dalam beberapa kasus, mereka memiliki persepsi sendiri tentang keamanan," jelasnya seperti dimuat BBC.

Sejak tahun 2015, katanya, sekitar 260.000 pengungsi telah kembali ke Suriah, terutama dari Turki.

Berdasarkan angka terakhir, UNHCR telah mulai meningkatkan operasinya di Suriah untuk lebih memperhatikan kebutuhan orang-orang yang kembali ke rumah.

Namun dia memperingatkan bahwa sementara ada harapan yang meningkat terkait dengan perundingan damai Astana dan Jenewa baru-baru ini, UNHCR percaya bahwa kondisi pengungsi untuk kembali dengan aman dan bermartabat belum ada di Suriah.

Mahecic juga mengatakan bahwa jumlah mereka yang telah kembali merupakan pecahan dari sekitar lima juta pengungsi yang berada di wilayah tersebut.

Pekan lalu, UNHCR mengatakan bahwa sekitar 200.000 orang telah meninggalkan Suriah pada tahun 2016.

Badan tersebut mengatakan bahwa sejak konflik dimulai pada tahun 2011, sekitar 5,5 juta orang telah meninggalkan negara tersebut, dan 6,3 juta lainnya telah ditinggalkan sebagai pengungsi internal.

Lebih dari 300.000 warga Suriah telah kehilangan nyawa mereka dalam perang tersebut, yang dimulai dengan demonstrasi anti-pemerintah. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya