Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dalam Enam Bulan Ke Depan, Iran Akan Punya 10 Maskapai Baru

JUMAT, 30 JUNI 2017 | 19:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Iran telah mengesahkan pembuatan 10 maskapai baru dalam enam bulan ke depan.

Ini adalah bagian dari kampanye agresif negara tersebut untuk memperluas infrastruktur mobilitas udara.

Ali Abedzadeh, kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengatakan bahwa pendukung keuangan maskapai baru tersebut telah membeli pesawat dari penyedia global.


Abedzadeh berharap beberapa maskapai baru akan beroperasi akhir tahun ini atau awal 2018.

Dia menambahkan bahwa operator baru tersebut akan menyediakan berbagai layanan yang berfokus pada penerbangan ke tujuan domestik, regional dan internasional.

Beberapa dari maskapai baru tersebut hanya akan memberikan layanan penerbangan charter.

Abedzadeh mengatakan investasi minimum yang dibutuhkan untuk meluncurkan maskapai baru di Iran sekitar 90 juta dolar AS.

Dia lebih jauh menekankan bahwa pembentukan maskapai baru akan mendorong persaingan antar operator.

Pengumuman mengenai pendirian maskapai baru datang saat Iran mendorong sebuah kampanye pembelian pesawat yang agresif dari pasokan global seperti Airbus, Boeing dan ATR.

Pada hari Kamis, Forbes mengatakan bahwa maskapai penerbangan utama Eropa, Airbus telah memenangkan perlombaan dari pesaing Amerika Boeing dalam menjual pesawat ke Iran.

Ditambahkan bahwa Airbus telah menarik banyak perintah dan nota kesepahaman untuk 173 pesawat dengan nilai kesepakatan kolektif puluhan miliar dolar.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Boeing telah menerima perintah dan opsi untuk 140 pesawat, sementara pembuat turoprop ATR Eropa yang lebih kecil menarik pesanan dan opsi untuk 40 pesawat. Demikian seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya