Berita

NIcholas Maduro/Net

Dunia

PBB Desak Nicholas Maduro Tegakkan Supremasi Hukum

JUMAT, 30 JUNI 2017 | 19:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB mengkritik pemerintahan Presiden Nicolas Maduro karena telah membatasi kekuasaan jaksa agung dan meminta untuk menegakkan supremasi hukum dan kebebasan berkumpul di Venezuela di tengah tekanan terhadap pemrotes.

"Keputusan Mahkamah Agung Venezuela pada tanggal 28 Juni untuk memulai proses pemindahan terhadap Jaksa Agung, membekukan asetnya dan melarangnya meninggalkan negara sangat mengkhawatirkan, seperti juga kekerasan yang terus berlanjut di negara ini," kata juru bicara hak asasi manusia PBB Rupert Colville Mengatakan pada sebuah briefing Jenewa (Jumat, 29/6).

Kritik terhadap Maduro telah turun ke jalan hampir setiap hari selama tiga bulan untuk memprotes apa yang mereka sebut penciptaan kediktatoran. Protes, yang menyebabkan hampir 80 orang tewas, sering berujung pada bentrokan dengan pasukan keamanan.


Pejabat Partai Sosialis yang berkuasa telah meluncurkan serangkaian serangan terhadap jaksa agung Luisa Ortega, dari tuduhan kegilaan untuk mempromosikan kekerasan.

Kamar Konstitusional Mahkamah Agung telah membatalkan penunjukan Ortega terhadap seorang wakil jaksa agung.

"Sejak bulan Maret, Jaksa Agung telah mengambil langkah penting untuk membela hak asasi manusia, mendokumentasikan kematian selama gelombang demonstrasi, menekankan perlunya proses hukum dan pentingnya pemisahan kekuasaan, dan meminta orang-orang yang telah ditahan secara sewenang-wenang. Segera dibebaskan," kata Colville.

Kantor hak asasi manusia PBB khawatir keputusan Mahkamah Agung berusaha  melepaskan tugas mandat dan tanggung jawabnya sebagaimana tercantum dalam Konstitusi Venezuela, dan merongrong independensi kantor.

"Kami mendesak semua kekuatan negara Venezuela untuk menghormati konstitusi dan peraturan undang-undang, dan meminta pemerintah untuk memastikan hak atas kebebasan berkumpul dan kebebasan berpendapat dan berekspresi dijamin," kata Colville seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya