Berita

Foto: RT.com

Dunia

Rusia: Diluncurkan Dari Kapal Selam, Rudal Antarbenua Sukses Capai Target

SELASA, 27 JUNI 2017 | 14:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kapal selam Rusia berhasil meluncurkan sebuah rudal dari Laut Barents dekat Norwegia ke lokasi uji coba di Semenanjung Kamchatka di Distrik Federal Timur Jauh.

Demikian dilaporkan Kementerian Pertahanan Rusia, yang diteruskan kantor berita RT. Rudal yang diuji adalah Intercontinental Ballistic Missile (ICBM).

"Kapal selam nuklir kelas Borei yang strategis, Yuri Dolgoruky, telah berhasil melepaskan rudal balistik antarbenua (ICBM) Bulava dari area yang ditentukan di Laut Barents sampai kawasan uji coba misil Kura di Kamchatka," kata Menteri Pertahanan Rusia.


Peluncuran itu dilakukan dari posisi bawah laut sesuai dengan rencana latihan tempur.

"Menurut data yang dikonfirmasi dari ruang kontrol misi, unit ICBM menyelesaikan program penerbangan dan berhasil mencapai target di kisaran tersebut," lanjut pernyataan resmi.

Rudal Bulava memiliki jangkauan 9.300 kilometer, dan harus menempuh perjalanan setidaknya 4.600 km atau hampir seluruh wilayah Rusia di benua Asia untuk mencapai targetnya.

Yuri Dolgoruky, yang diluncurkan pada tahun 2008, merupakan kapal selam nuklir kelas Borei generasi keempat yang melayani Armada Utara Rusia.

Kapal selam itu dapat membawa 16 rudal Bulava, dan direncanakan menjadi basis kekuatan nuklir strategis angkatan laut Rusia di masa depan.

Selain Yuri Dolgoruky, Angkatan Laut Rusia memiliki dua kapal selam lain pada kelas sama. Sedangkan lima lainnya masih dalam pembuatan. Angkatan laut Rusia menargetkan memiliki delapan kapal selam kelas Borei bersenjata pada tahun 2020.

Selain kapal selam penghancur, Rusia juga dikabarkan tengah mengembangkan drone bawah laut yang bisa membawa senjata nuklir berkekuatan besar. Drone ini dipakai untuk menghancurkan pelabuhan lawan. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya