Berita

Neta Pane/net

Pertahanan

Teror Di Polda Sumut Buktikan Betapa Ceroboh Polisi Kita

SELASA, 27 JUNI 2017 | 11:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Serangan dua teroris ke pos jaga Polda Sumatera Utara (Sumut), yang menewaskan satu anggota polisi, menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Dari kasus tersebut terlihat betapa lamban respons kepolisian, khususnya jajaran Polda Sumut, dalam melindungi keamanan markasnya.

Begitu disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan pers, Selasa (27/6). Dari informasi yang diperoleh IPW, salah satu pelaku teror terlihat memasang logo ISIS di rumahnya setelah pulang dari Suriah beberapa waktu lalu. Warga dan Polmas setempat sudah melaporkannya ke Polsek. Sayang, tidak ada tindakan atau antisipasi yang dilakukan polisi.


"Semua laporan dibiarkan hingga terjadi serangan teror yang dilakukan pelaku. Setelah ada serangan, barulah polisi sibuk mengeledah rumah pelaku," kata Neta.

Kelalaian kepolisian terlihat juga dari kronologi bagaimana dua pelaku masuk ke lingkungan Markas Polda Sumut dan melakukan serangan kepada polisi yang piket. Dipertanyakan, mengapa dua pelaku dengan mudah masuk lingkungan Polda Sumut di pagi buta. Apalagi jika benar mereka masuk dengan cara memanjat pagar.

"Mengapa tidak ada satupun polisi yang melihatnya. Bukankah di setiap markas kepolisian selalu ada anggota polisi yang piket dan menjaga markas? Apakah tidak ada CCTV? Apakah para polisi yang berjaga di pos penjagaan itu sedang dalam keadaan tidur," ungkap Neta.

Serangan teror di Markas Polda Sumut patut menjadi pelajaran berharga bagi Polri secara keseluruhan. Polisi harus mengevaluasi sistem keamanan seluruh kantor kepolisian di negeri ini.

"Jika terhadap markasnya saja tidak disiplin berpatroli, bagaimana polisi bisa diharapkan disiplin berpatroli untuk menjaga keamanan masyarakat?" gugat Neta, yang juga mendorong para pimpinan kepolisian rajin inspeksi pada tengah malam atau dini hari ke pos-pos penjagaan kepolisian.

Neta tegaskan bahwa Sumut merupakan salah satu basis radikalisme di Indonesia. Sejarah menunjukkan gerakan radikal yang ekstrem sudah berkembang lama di Sumut. Di era 1970 an, kelompok radikal juga pernah menebar teror. Sejumlah rumah ibadah, hotel, dan gedung bioskop di Sumut diledakkan dengan bom.

"Artinya, jajaran Polda Sumut tidak boleh lengah. Serangan teroris yang hanya menggunakan pisau dapur bisa membunuh seorang polisi di tengah begitu banyak polisi bersenjata lengkap di markasnya. Itu idak hanya memprihatinkan, tapi juga sangat memalukan Polri," ucap Neta Pane. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya