Berita

Alexei Navalny (kanan)/Al Jazeera

Global

KPU Rusia Larang Pemimpin Oposisi Ini Jadi Capres

SABTU, 24 JUNI 2017 | 22:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan pemilihan Umum Rusia mengumumkan bahwa Alexei Navalny, pemimpin oposisi dilarang maju dalam pemilu Presiden tahun depan.

Dalam sebuah keterangan jelang akhir pekan ini, Komisi Pemilihan Umum Rusia mxzr lh engatakan bahwa Navalny tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri karena dia saat ini menjalani hukuman mati selama lima tahun karena penggelapan.

KPU Rusia mengatakan bahwa orang-orang yang dihukum karena kejahatan semacam itu tidak dapat berdiri untuk jabatan publik sampai 10 tahun setelah hukuman mereka berakhir.


Menanggapi putusan tersebut, Nikolai Lyaskin, manajer kampanye Navalny, mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak konstitusional.

"Menurut konstitusi, warga yang tidak dipenjara berhak hadir di kantor publik," katanya.

Navalny sebelumnya pernah ikut pemilihan lokal 2013 di Moskow, dan berada di posisi kedua melawan pemain incaran Kremlin dengan kampanye gaya Barat dan sebuah pesan untuk menghapus korupsi.

Navalny diizinkan untuk bersaing dalam perlombaan tersebut saat ia mengajukan banding atas keputusan 2013 pertamanya.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa tahun lalu membatalkan putusan tersebut, mengatakan bahwa Navalny dan mantan rekan bisnisnya tidak memiliki pengadilan yang adil.

Navalny dan para pendukungnya mengutuk persidangan tersebut karena bermotif politik. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya