Duta besar Qatar untuk Amerika Serikat mengatakan bahwa tuduhan bahwa Qatar mendukung terorisme hanyalah bagian dari upaya untuk melanggar kedaulatan negara Teluk tersebu.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Washington Post pekan ini, Dubes Sheikh Meshal bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa Arab Saudi dan UEA telah menggambarkan kampanye anti-Qatar mereka sebagai upaya untuk memaksa Qatar untuk meninggalkan apa yang mereka klaim sebagai dukungan untuk para teroris.
"Mereka tahu bahwa terorisme sama-sama menimbulkan ancaman terhadap Qatar seperti di Arab Saudi, UEA dan setiap negara lainnya," tulis Sheikh Meshal.
"Kebohongan besar kedua dalam kampanye kotor ini adalah bahwa Qatar adalah sekutu rahasia Iran. Saudi, UEA dan setiap pemerintah di Teluk mempertahankan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Ira," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera akhir pekan ini.
Ia bahkan menambahkan bahwa negara-negara yang memblokade berusaha untuk mengisolasi dan menghukum Qatar karena kemerdekaannya.
Utusan Qatar itu juga menyoroti bahwa Qatar selalu percaya bahwa dialog, negosiasi dan kompromi adalah solusi untuk kekerasan melalui kebijakan luar negeri yang terbuka.
"Kebijakan pintu terbuka ini memungkinkan kita untuk bersyafaat atas nama pemerintah, seperti Amerika Serikat, bahwa dari waktu ke waktu perlu terlibat namun tidak memiliki jalur komunikasi mereka sendiri. Qatar telah lama menjadi wilayah perundingan utama di kawasan ini, dan untuk Itu, kami tidak akan meminta maaf," tegasnya.
[mel]