Berita

Dunia

Soal Krisis Diplomatik, Qatar Tak Akan Minta Maaf

SABTU, 24 JUNI 2017 | 20:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Duta besar Qatar untuk Amerika Serikat mengatakan bahwa tuduhan bahwa Qatar mendukung terorisme hanyalah bagian dari upaya untuk melanggar kedaulatan negara Teluk tersebu.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Washington Post pekan ini, Dubes Sheikh Meshal bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa Arab Saudi dan UEA telah menggambarkan kampanye anti-Qatar mereka sebagai upaya untuk memaksa Qatar untuk meninggalkan apa yang mereka klaim sebagai dukungan untuk para teroris.

"Mereka tahu bahwa terorisme sama-sama menimbulkan ancaman terhadap Qatar seperti di Arab Saudi, UEA dan setiap negara lainnya," tulis Sheikh Meshal.


"Kebohongan besar kedua dalam kampanye kotor ini adalah bahwa Qatar adalah sekutu rahasia Iran. Saudi, UEA dan setiap pemerintah di Teluk mempertahankan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Ira," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera akhir pekan ini.

Ia bahkan menambahkan bahwa negara-negara yang memblokade berusaha untuk mengisolasi dan menghukum Qatar karena kemerdekaannya.

Utusan Qatar itu juga menyoroti bahwa Qatar selalu percaya bahwa dialog, negosiasi dan kompromi adalah solusi untuk kekerasan melalui kebijakan luar negeri yang terbuka.

"Kebijakan pintu terbuka ini memungkinkan kita untuk bersyafaat atas nama pemerintah, seperti Amerika Serikat, bahwa dari waktu ke waktu perlu terlibat namun tidak memiliki jalur komunikasi mereka sendiri. Qatar telah lama menjadi wilayah perundingan utama di kawasan ini, dan untuk Itu, kami tidak akan meminta maaf," tegasnya. [mel]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya