Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pentagon Sia-siakan 28 Juta Dolar AS Untuk Seragam Kamuflase Afghanistan

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 16:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inspektur Jenderal Amerika Serikat yang bertugas mengawasi perang, John Sopko  mengkritisi pemborosan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Dalam laporannya, ia mengatakan ada penggelontoran dana senilai 28 juta dolar AS untuk seragam Angkatan Darat Nasional Afghanistan.

Ia mengkritik alokasi anggaran seragam pola "hutan", meskipun lanskap negara hanya 2,1 persen berhutan.


"(Keputusan tersebut) tidak didasarkan pada evaluasi kesesuaiannya untuk lingkungan Afghanistan", tulisnya.

Dalam laporan setebal 17 halaman tersebut, Sopko mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Afghanistan memilih pola tersebut di tahun 2007.

Ia menyebut bahwa Menteri Abdul Rahim Wardak memilih pola tersebut karena ketertarikan pribadi.

Pejabat AS, yang telah mencari pola secara online dengan Wardak, mengizinkan pembelian tersebut karena dia menyukai apa yang dia lihat mereka menulis pada saat itu.

"Perhatian saya adalah bagaimana jika menteri pertahanan menyukai pakaian ungu, atau menyukai warna pink?" Sopko mengatakan kepada USA Today dalam sebuah wawancara.

"Apakah kita akan membeli seragam merah muda untuk tentara dan tidak mengajukan pertanyaan? Itu gila," kritiknya.

"Kita menyia-nyiakan 28 juta dolar AS uang pembayar pajak atas nama mode, karena menteri pertahanan menganggap bahwa pola itu cantik," sambungnya.

Selama bertahun-tahun, kantor Sopko telah mengkritik Pentagon karena pemborosan selama perang terpanjang di Amerika Serikat tersebut. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya