Berita

Raja Vajiralongkorn/Net

Dunia

Penembakan Raja Thailand Di Jerman Bisa Masuk Insiden Diplomatik

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 13:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn mengalami insiden penembakan dengan airsoft gun atau senapan angin saat ia dan rombongannya sedang bersepeda larut malam bersama rombongannya di dekat bandara Munich, Jerman baru-baru ini.

Pelaku penemabakan adalah dua remaja pria berusia 14 dan 13 tahun. Pihak berwenang di Jerman mengatakan Raja Thailand tidak terluka akibat insiden itu.

Jaksa penuntut umum mengatakan kedua remaja itu menembaknya dari jendela sebuah rumah di kota Erding pada tanggal 10 Juni lalu.


Menurut laporan media Jerman seperti dimuat The Guardian, mengenai insiden tersebut, yang muncul minggu ini, raja dan pengawalnya melanjutkan perjalanan mereka setelah ditembak, namun polisi diberitahu kejadian tersebut satu jam kemudian melalui saluran resmi.

Jaksa penuntut negara Bavaria di Landshut sekarang menyelidiki anak berusia 14 tahun itu karena melakukan serangan kriminal. Sedangkan anak berusia 13 tahun ini masih dinilai terlalu kecil untuk dijerat dalam kasus kriminal di bawah undang-undang Jerman.

Masih belum jelas apakah kedua anak tersebut tahu bahwa yang mereka tembak adalah Raja Thailand atau tidak.

Namun insiden itu dianggap seirus karena mungkin bisa dikategorikan sebagai bentuk insiden diplomatik, mengingat Raja Thailand dianggap sebagai simbol persatuan warga Thailand dan sangat dihormati.

Raja Vajiralongkorn menggantikan ayahnya yang wafat tahun lalu. Namun ia tidak akan dimahkotai secara resmi sampai beberapa saat setelah kremasi ayahnya, yang diperkirakan akhir tahun ini. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya